Gambaran Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada Masyarakat di Kelurahan Lasiana Kota Kupang Tahun 2026
DOI:
https://doi.org/10.59837/jpnmb.v3i3.1003Keywords:
Gambaran, Kelurahan Lasiana, perilaku hidup bersih dan sehat, PHBSAbstract
Upaya pencegahan penyakit berbasis lingkungan, termasuk diare yang masih menjadi persoalan kesehatan masyarakat di Indonesia hingga saat ini, tidak terlepas dari penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di tingkat komunitas. Studi ini disusun untuk memperoleh gambaran pelaksanaan PHBS pada warga Kelurahan Lasiana, Kota Kupang, tahun 2026. Desain yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif melalui pendekatan cross-sectional, dengan 210 responden yang direkrut menggunakan metode two-stage cluster random sampling berbantuan aplikasi C-Survey. Proses pengambilan data berlangsung secara door-to-door dengan instrumen kuesioner terstruktur berbasis Epicollect5, sedangkan pengolahan data ditempuh secara univariat dan ditampilkan dalam bentuk distribusi frekuensi. Temuan menunjukkan mayoritas responden berjenis kelamin perempuan dengan latar pendidikan terbanyak setingkat SMA. Riwayat diare yang dialami sebagian responden selama periode studi ditampilkan semata sebagai karakteristik kesehatan, bukan untuk menguji keterkaitannya dengan PHBS. Secara umum, capaian PHBS responden berada pada kategori baik, dengan skor tertinggi pada penggunaan jamban sehat, disusul pengolahan makanan-minuman serta kebersihan diri, sementara perilaku membuang sampah sembarangan masih ditemukan pada sebagian warga. Adapun praktik cuci tangan tercatat sebagai komponen dengan capaian kategori baik yang paling rendah. Temuan ini mengindikasikan bahwa pelaksanaan PHBS di Kelurahan Lasiana sudah tergolong baik secara keseluruhan, meskipun aspek cuci tangan dan pengelolaan sampah rumah tangga masih membutuhkan penguatan edukasi kesehatan lebih lanjut.
References
Adha, N., Izza, F. N., Riyantiasis, E., Pasaribu, A. Z., & Amalia, R. (2021). Pengaruh kebiasaan mencuci tangan terhadap kasus diare pada siswa sekolah dasar: A systematic review. Jurnal Kesehatan Tambusai, 2(2), 112–119. https://doi.org/10.31004/jkt.v2i2.1842
Akbar, M. A. (2020). Buku ajar konsep-konsep dasar dalam keperawatan komunitas. Deepublish.
Ariani, D., Agustiani, M. D., & Fadhilah, S. (2024). Hubungan sarana air bersih dan kepemilikan jamban dengan kejadian diare pada balita. Al-Insyirah Midwifery: Jurnal Ilmu Kebidanan, 13(2), 145–156. https://doi.org/10.35328/kebidanan.v13i2.2755
Arief, M., & Salzabilah, N. (2024). Penyuluhan perilaku hidup bersih dan sehat pada anak sekolah dasar. Media Implementasi Riset Kesehatan, 5(2), 102–106. https://doi.org/10.32382/mirk.v5i2.1088
Aura, W. (2023). Gambaran Kondisi Sanitasi Dasar pada Rumah Balita Penderita Diare di Wilayah Puskesmas Korpri Bandar Lampung Tahun 2023. Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang.
Awalia, N., Alwi, M. K., Puspitasari, A., Patimah, S., & Yusuf, R. A. (2023). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian diare pada anak usia 1–4 tahun di Puskesmas Antang Kota Makassar. Window of Public Health Journal, 4(2), 244–256. https://doi.org/10.33096/woph.v4i2.719
Dinkes Kota Kupang. (2021). Profil Kesehatan Kota Kupang Tahun 2021.
Dinkes Kota Kupang. (2022). Profil Kesehatan Kota Kupang Tahun 2022.
Dinkes Kota Kupang. (2023). Profil Kesehatan Kota Kupang Tahun 2023.
Fahri, S. A. (2024). Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Diare dan Pola Sebaran Spasial Kasus Diare di Wilayah Kerja Puskesmas Lapadde Kota Parepare Tahun 2024.
Haenisa, N. N., & Surury, I. (2022). Hubungan personal hygiene dengan kejadian diare pada santri di Kota Tangerang Selatan. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 19(2), 231–238. https://doi.org/10.31964/jkl.v19i2.487
Indriani, N. E., Ramadhani, N. R., & Nina, N. (2023). Hubungan antara faktor pengetahuan, ketersediaan fasilitas dan dukungan tenaga kesehatan terhadap penerapan kebiasaan cuci tangan pakai sabun pada masyarakat di wilayah Kelurahan Sukamaju Baru tahun 2022. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 11(2), 212–222. https://doi.org/10.14710/jkm.v11i2.37665
Irawan, B., & Mujiburrahman. (2022). Pengaruh sumber air bersih, perilaku cuci tangan pakai sabun dan penggunaan jamban sehat terhadap kejadian diare. Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan, 2(2), 65–74. https://doi.org/10.55606/jrik.v2i2.531
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2025). Survei status gizi Indonesia 2024 dalam angka. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2026). PHBS sebagai benteng pencegahan diare.
Kusyani, A., Robiyah, A., & Nisa, D. K. (2022). Asuhan keperawatan anak dengan kejang demam dan diare. Penerbit NEM.
Maramis, P. A. S., & Drew, C. (2025). Hubungan perilaku hidup bersih dan sehat dengan kejadian diare pada mahasiswa. Holistik Jurnal Kesehatan, 19(8), 2431–2436. https://doi.org/10.33024/hjk.v19i8.1377
Marlinae, L., Arifin, S., Husaini, H., Biworo, A., Pitri, M. N., Nugroho, A., Khairiyati, L., Waskito, A., Tazkiah, M., & Rahmat, A. N. (2025). Analisis WASH (water, sanitation and hygiene) terhadap balita stunting. CV Mine.
Notoatmodjo, S. (2012). Metodologi penelitian kesehatan. Ahli Media Press.
Novita, A. A. (2021). Hubungan Antara Sanitasi Makanan Minuman dengan Kejadian Diare pada Balita. STIKES Bina Sehat PPNI.
Pradhana Putra, A. D., Rahardjo, M., & Joko, T. (2017). Hubungan sanitasi dasar dan personal hygiene dengan kejadian diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas Tasikmadu Kabupaten Karanganyar. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 5(1), 422–429. https://doi.org/10.14710/jkm.v5i1.15791
Rosidi, A., Handarsari, E., & Mahmudah, M. (2010). Hubungan kebiasaan cuci tangan dan sanitasi makanan dengan kejadian diare pada anak SD Negeri Podo 2 Kecamatan Kedungwuni Kabupaten Pekalongan. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 6(1). https://doi.org/10.26714/jkmi.6.1.2010.%25p
Saputra, I. P. B. A., Arjita, I. P. D., Syuhada, I., & Adnyana, I. G. A. (2024). Hubungan pengelolaan sampah dengan kejadian diare di Desa Pandanan. Ganec Swara, 18(1), 77–82. https://doi.org/10.35327/gara.v18i1.736
Sari, N., La Ane, R., & Manyullei, S. (2023). Analisis faktor lingkungan dan faktor perilaku dengan kejadian diare pada masyarakat. Hasanuddin Journal of Public Health, 4(1), 85–99. https://doi.org/10.30597/hjph.v4i1.25729
Sarwoko, S., Heryanto, E., & Meliyanti, F. (2023). Faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku membuang sampah rumah tangga. Lentera Perawat, 4(1), 31–40. https://doi.org/10.52235/lp.v4i1.188
Setiawaty, E., Alfian, A., & Fauzi, M. (2022). Pengaruh penggunaan jamban sehat terhadap kejadian penyakit diare di Desa Ropang Kecamatan Ropang. Jurnal Kesehatan Samawa, 7(1), 15–22. https://doi.org/10.58406/jks.v7i1.988
Siregar, E., & Sembiring, H. (2025). Hubungan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dengan kejadian diare pada anak usia sekolah di SDS HKBP Pardamean. Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi, 2(6), 113–119. https://doi.org/10.71282/jurmie.v2i6.399
Suryani, D., Paslini, P., & Suyitno. (2022). Hubungan higiene sanitasi dengan angka kuman pada piring di warung makan, Wirogunan, Kota Yogyakarta. SEHATMAS: Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat, 1(3), 347–355. https://doi.org/10.55123/sehatmas.v1i3.686
Umar, F., Juwita, J., & Kartiani, A. (2021). Hubungan pengetahuan prilaku dan sikap dalam pengolahan makanan terhadap kejadian penyakit diare pasca bencana di pengungsian Desa Wani 1 Kabupaten Donggala tahun 2020. Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI), 4(4), 540–543. https://doi.org/10.56338/mppki.v4i4.1613
Wardani, K. T., Widyantara, A. B., & Astuti, T. D. (2024). Identifikasi bakteri Coliform dan Escherichia coli pada depot air minum isi ulang Kecamatan Mantrijeron. Jurnal Kesehatan Tambusai, 5(4), 10967–10974. https://doi.org/10.31004/jkt.v5i4.34273
World Health Organization. (2024, March 7). Diarrhoeal disease
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Maria Magdalena Dwi Wahyuni, Tanti Rahayu, Dionisia Cacalia Adang, Juniadi Akdiat Pe Logo, Dimas Rohman Adriansyah, Erinda Tryana Ndjurumaha, Astrid Fitria Mulyani Bahar

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.






