Perbedaan Status Gizi Berdasarkan Pengetahuan Ibu dan Jenis Konsumsi Protein Hewani MP-ASI pada Balita 6–23 Bulan di Desa Kuatae

Authors

  • Adolfina Fransina Kase Poltekkes Kemenkes Denpasar, Indonesia
  • Ni Made Yuni Gumala Poltekkes Kemenkes Denpasar, Indonesia
  • I Gusti Putu Sudita Puryana Poltekkes Kemenkes Denpasar, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.59837/jpnmb.v3i4.1031

Keywords:

Balita, MP-ASI, Pengetahuan Ibu, Protein Hewani, Status Gizi

Abstract

Status gizi balita merupakan indikator penting dalam menentukan kualitas kesehatan anak, terutama pada usia 6–23 bulan yang termasuk periode emas pertumbuhan dan perkembangan. Rendahnya pengetahuan ibu tentang pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) dan kurangnya konsumsi protein hewani dapat memengaruhi status gizi balita. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan status gizi berdasarkan pengetahuan ibu dan pola konsumsi protein hewani MP-ASI pada balita usia 6–23 bulan di Desa Kuatae, Kecamatan Kota Soe, Kabupaten Timor Tengah Selatan. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 54 ibu yang memiliki balita usia 6–23 bulan. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner, recall konsumsi makanan 24 jam, frekuensi konsumsi protein hewani, dan pengukuran antropometri balita. Analisis data menggunakan uji Chi-Square atau Fisher Exact dengan tingkat signifikansi p<0,05. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan status gizi berdasarkan pengetahuan ibu dan pola konsumsi protein hewani MP-ASI pada balita usia 6–23 bulan. Disimpulkan bahwa pengetahuan ibu dan konsumsi protein hewani berperan penting terhadap status gizi balita. Disarankan kepada ibu balita untuk meningkatkan pengetahuan mengenai MP-ASI dan memperhatikan konsumsi protein hewani guna mendukung perbaikan status gizi anak.

References

Ahmad, A., Madanijah, S., Dwiriani, C. M., & Kolopaking, R. (2018). Complementary feeding practices and nutritional status of children 6–23 months old: Formative study in Aceh, Indonesia. Nutrition Research and Practice, 12(6), 512–520. https://doi.org/10.4162/nrp.2018.12.6.512

Alam, A., Kurniati, R. M. A., Kamaruddin, S. F., Lestari, L., Sony, E., Sugiarto, S., Suherman, D. R., Makatita, J., Kewilaa, A. I., Welerubun, I., Lainsamputty, J. M., & Ririhena, M. (2024). Pemberian makanan bergizi berupa olahan daging sapi kepada anak-anak Dusun Toinaman Pulau Moa. Jurnal Pengabdian Masyarakat Sains dan Teknologi, 3(3), 64–74. https://doi.org/10.58169/jpmsaintek.v3i3.539

Andriansah, D. Y. (2025). Hubungan Pemberian Mp-Asi Dengan Status Gizi Balita (Studi di PosyanduTambakrejo Jombang). ITSKes Insan Cendekia Medika Jombang.

Aprillia, Y. T., Mawarni, E. S., & Agustina, S. (2020). Pengetahuan ibu tentang makanan pendamping ASI (MP-ASI). Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, 9(2), 865–872. https://doi.org/10.35816/jiskh.v10i2.427

Aryani, D., Krisnasary, A., & Simanjuntak, B. Y. (2021). Pemberian makanan pendamping ASI dan keragaman konsumsi sumber vitamin A dan zat besi usia 6–23 bulan di Provinsi Bengkulu (Analisis data SDKI 2017). Journal of Nutrition College, 10(3), 164–171. https://doi.org/10.14710/jnc.v10i3.30819

Basyariyah, Q., Diyanah, K. C., & Pawitra, A. S. (2022). Hubungan ketersediaan sanitasi dasar terhadap status gizi baduta di Desa Pelem, Bojonegoro. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 21(1), 18–26. https://doi.org/10.14710/jkli.21.1.18-26

European Society for Paediatric Gastroenterology, Hepatology & Nutrition, European Academy of Paediatrics, European Society for Paediatric Research, European Academy for Allergy and Clinical Immunology, Federation of International Societies of Paediatric Gastroenterology, Hepatology and Nutrition, Latin American Society for Pediatric Gastroenterology, Hepatology and Nutrition, Pan Arab Society for Pediatric Gastroenterology, Asian Pan-Pacific Society for Pediatric Gastroenterology, North American Society for Pediatric Gastroenterology, Hepatology and Nutrition, World Allergy Organization, & Asia Pacific Academy of Pediatric Allergy, Respirology & Immunology. (2024). World Health Organization (WHO) guideline on the complementary feeding of infants and young children aged 6–23 months 2023: A multisociety response. Journal of Pediatric Gastroenterology and Nutrition, 79(1), 181–188. https://doi.org/10.1002/jpn3.12248

Fitrianti, H., Ningtias, N. A., Riyanto, P., De Lima, C. N., & Hermawati, D. (2022). The analysis of parents' understanding in understanding balanced nutrition in children: Analisis pemahaman orang tua dalam pemahaman gizi seimbang pada anak. Journal of Physical and Outdoor Education, 4(2), 222–234. https://doi.org/10.37742/jpoe.v4i2.186

Frongillo, E. A. (2017). Evaluation of programs to improve complementary feeding in infants and young children. Maternal & Child Nutrition, 13(Suppl. 2), e12436. https://doi.org/10.1111/mcn.12436

Furqan, M., Faridi, A., Birwin, A., & Susanti, E. (2020). Hubungan PMBA, pengetahuan gizi, asupan makan dan status penyakit infeksi dengan status gizi balita. Jurnal Riset Gizi, 8(2), 90–94. https://doi.org/10.31983/jrg.v8i2.6300

Hasanah, M. (2025). Hubungan Praktik Pemberian MP-ASI dengan Status Gizi (BB/U) Balita Usia 6-24 Bulan di Posyandu Wilayah Kerja Puskesmas Umbulharjo I. Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.

Hasanah, W. K., Mastuti, N. L. P. H., & Ulfah, M. (2019). Hubungan praktik pemberian MP-ASI (usia awal pemberian, konsistensi, jumlah dan frekuensi) dengan status gizi bayi 7–23 bulan. Journal of Issues in Midwifery, 3(3), 56–67. https://doi.org/10.21776/ub.joim.2019.003.03.1

Hasyim, R. M. (2024). Hubungan tingkat pengetahuan dengan perilaku pencegahan stunting pada remaja di SMKN 2 Gedangsari Kabupaten Gunungkidul. Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.

Hia, Y. S. K., Nur, M. L., & Ndoen, E. M. (2022). Correlation of feeding supplementary food with nutritional status of baduta. Pancasakti Journal of Public Health Science and Research, 3(1). https://doi.org/10.47650/pjphsr.v3i1.600

Ilmayanti, N., Julia, H., Zuraidah, Z., & Sari, K. (2025). Faktor-faktor yang mempengaruhi status gizi balita. Jurnal Keperawatan, 15(2), 74–85. https://doi.org/10.59870/w2e2sx18

Intiyati, A., Putri, R. D. Y., Edi, I. S., Taufiqurrahman, T., Soesanti, I., Pengge, N. M., & Shofiya, D. (2024). Correlation between exclusive breastfeeding, complementary feeding, infectious disease with wasting among toddlers: A cross-sectional study. Amerta Nutrition, 8(2SP), 1–8. https://doi.org/10.20473/amnt.v8i2SP.2024.1-8

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2 Tahun 2020 tentang Standar Antropometri Anak.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Petunjuk teknis pelayanan gizi pada balita. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Lestari, J. D., & Astuti, N. H. (2023). Hubungan pengetahuan dan persepsi ibu terhadap pemberian MP-ASI pada bayi usia <6 bulan. Health Promotion and Community Engagement Journal, 1(2), 6–12. https://doi.org/10.70041/hpcej.v1i2.46

Leviana, S., & Agustina, Y. (2024). Analisis pola makan dengan status gizi pada siswa-siswi kelas V di SDN Jatiwaringin XII Kota Bekasi. Malahayati Nursing Journal, 6(4), 1635–1656. https://doi.org/10.33024/mnj.v6i4.10864

Marfuah, D., & Kurniawati, I. (2022). Pola pemberian makanan pendamping air susu ibu (MP-ASI) yang tepat. CV AE Media Grafika

Mulyana, D. N., & Maulida, K. (2019). Faktor-faktor yang mempengaruhi pengetahuan ibu tentang makanan pendamping ASI pada bayi 6–12 bulan di RT 01 & 02 RW 03 Kelurahan Harapan Jaya Kecamatan Bekasi Utara tahun 2019. Jurnal Ilmiah Kebidanan Indonesia, 9(3), 96–102. https://doi.org/10.33221/jiki.v9i03.353

Ningsih, K. M. C., Mataram, I. K. A., & Widarti, I. G. A. A. (2023). Hubungan status ASI eksklusif dan pola pemberian MP-ASI dengan status gizi baduta. Jurnal Ilmu Gizi: Journal of Nutrition Science, 12(2), 134–137. https://doi.org/10.33992/jig.v12i2.1998

Noorwahyuni, H., Suhrawardi, S., Hapisah, H., & Rafidah, R. (2025). Hubungan pengetahuan ibu baduta dengan implementasi 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) sebagai pencegahan stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Pudi Kabupaten Kotabaru tahun 2024. Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa, 1(8), 1238–1244. https://doi.org/10.59837/jpnmb.v1i8.225

Prabasari, S. N., & Triani, Y. (2024). MPASI sebagai upaya pencegahan stunting. GEMASSIKA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 8(1), 56–64. https://doi.org/10.30787/gemassika.v8i1.1417

Silitonga, J. M., Anugrahwati, R., & Hartati, S. (2023). Hubungan pengetahuan ibu dengan status gizi pada anak balita di wilayah kerja Puskesmas Rawabunga Jakarta Timur. Malahayati Nursing Journal, 5(8), 2738–2745. https://doi.org/10.33024/mnj.v5i8.10940

Sofiyati, S. (2022). Hubungan Pengetahuan Ibu tentang JENIS Pemberian Makanan Pendamping ASI dengan Status Gizi Bayi Usia 6–24 Bulan di Wilayah Puskesmas Kedawung Kecamatan Kedawung Kabupaten Cirebon. Malahayati Nursing Journal, 4(1), 131–139. https://doi.org/10.33024/mnj.v4i1.5721.

Tewe, A. G. M. V. G., Rante, S. D. T., & Liana, D. S. (2019). Hubungan antara pengetahuan ibu tentang MP-ASI dengan status gizi balita di wilayah kerja Puskesmas Naibonat. Cendana Medical Journal, 7(2), 192–197. https://doi.org/10.35508/cmj.v7i2.1790

Wakkary, A. I., & Hutapea, L. M. N. (2025). Kualitas pengetahuan ibu tentang makanan sehat untuk mencegah stunting. Nutrix Journal, 9(1), 190–199. https://doi.org/10.37771/nj.v9i1.1301

World Health Organization. (2023). WHO guideline for complementary feeding of infants and young children 6–23 months of age. World Health Organization.

Zona, P., Mulyani, S., & Raudhoh, S. (2021). Hubungan pengetahuan ibu tentang MP-ASI dengan status gizi pada bayi umur 6–24 bulan. Jurnal Ilmiah Ners Indonesia, 2(1), 33–40. https://doi.org/10.22437/jini.v2i1.15398

Downloads

Published

2026-09-16

How to Cite

Kase, A. F., Gumala, N. M. Y., & Puryana, I. G. P. S. (2026). Perbedaan Status Gizi Berdasarkan Pengetahuan Ibu dan Jenis Konsumsi Protein Hewani MP-ASI pada Balita 6–23 Bulan di Desa Kuatae. Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa, 3(4), 816–822. https://doi.org/10.59837/jpnmb.v3i4.1031

Issue

Section

Articles