Status Stunting Berdasarkan Riwayat Pemberian ASI Eksklusif dan MPASI pada Baduta Usia 6-24 Bulan di UPTD Puskesmas Todo Kabupaten Manggarai NTT

Authors

  • Servasius Johan Poltekkes Kemenkes Denpasar, Indonesia
  • Ni Komang Wiardani Poltekkes Kemenkes Denpasar, Indonesia
  • I Gusti Agung Ari Widarti Poltekkes Kemenkes Denpasar, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.59837/jpnmb.v3i3.1033

Keywords:

ASI Eksklusif, MPASI, Stunting

Abstract

Stunting terjadi akibat kurangnya asupan gizi pada 1000 HPK, termasuk praktik pemberian ASI eksklusif dan MPASI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status stunting berdasarkan riwayat pemberian ASI eksklusif dan MPASI pada baduta usia 6–24 bulan. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain cross sectional yang dilaksanakan bulan Januari–Mei 2026. Jumlah sampel sebanyak 90. Data yang dikumpulkan data primer meliputi identitas responden dan sampel, data antropometri, riwayat pemberian ASI eksklusif, jenis, jumlah, dan bentuk MPASI. Data sekunder diperoleh dari Puskesmas Todo berupa jumlah balita dan baduta usia 6–24 bulan. Pengolahan data secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji statistik Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 31,1% sampel mengalami stunting. Pada kelompok sampel dengan status stunting, sebanyak 64,3% tidak mendapatkan ASI eksklusif, sedangkan 64,3% mendapatkan jenis MPASI yang tidak sesuai. Selain itu, sebanyak 67,9% mendapatkan jumlah dan bentuk MPASI yang tidak sesuai. Hasil uji Chi-Square menunjukkan tidak ada perbedaan proporsi signifikan antara ASI eksklusif, jenis, jumlah, dan bentuk MPASI dengan status stunting dengan nilai p >0,05. Dapat disimpulkan tidak ada perbedaan proporsi antara pemberian ASI eksklusif dan MPASI dengan status stunting pada baduta usia 6–24 bulan. Disarankan untuk meningkatkan edukasi MPASI dengan memperhatikan kualitasnya sehingga memperoleh status pertumbuhan yang optimal.

References

Adianta, I. K. A., & Nuryanto, I. K. (2019). Hubungan ASI eksklusif dan riwayat penyakit infeksi dengan kejadian stunting pada balita di wilayah Puskesmas Wae Nakeng tahun 2018. Jurnal Riset Kesehatan Nasional, 3(1), 128–133. https://doi.org/10.37294/jrkn.v3i1.152

Apriningyas, N. V., & Kristini, D. T. (2019). Faktor prenatal yang berhubungan dengan kejadian stunting anak usia 6–24 bulan. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 14(2), 13–17. https://doi.org/10.26714/jkmi.14.2.2019.13-17

Beal, T., Tumilowicz, A., Sutrisna, A., Izwardy, D., & Neufeld, L. M. (2018). A review of child stunting determinants in Indonesia. Maternal & Child Nutrition, 14(4), e12617. https://doi.org/10.1111/mcn.12617

Beal, T., Tumilowicz, A., Sutrisna, A., Izwardy, D., & Neufeld, L. M. (2018). A review of child stunting determinants in Indonesia. Maternal & Child Nutrition, 14(4), e12617. https://doi.org/10.1111/mcn.12617

Hanum, N. H. (2019). Hubungan tinggi badan ibu dan riwayat pemberian MP-ASI dengan kejadian stunting pada balita usia 24–59 bulan. Amerta Nutrition, 3(2), 78–84. https://doi.org/10.20473/amnt.v3i2.2019.78-84

Kementrian Kesehatan RI. (2025). Survei Satus Gizi Indonesia Dalam Angka.

Lestiarini, S., & Sulistyorini, Y. (2020). Perilaku ibu pada pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) di Kelurahan Pegirian. Jurnal PROMKES, 8(1), 1–11. https://doi.org/10.20473/jpk.v8.i1.2020.1-11

Maryuni, Handayani, L., Trustisari, H. (2024). Buku Pintar Cegah Stunting. Jawa Timur: Sidoarjo.

Matahari, R., Putri Aisyah, T., Sulistiyawan, D., Marthasari, V. (2023). Makanan Pendamping ASI. Yogyakarta: Bantul.

Mulyani, S. (2020). Gizi Anak dan Perkembangan Kesehatan Masyarakat. Jakarta.

Murtadlo, M. H., Larasati, M. D., Muninggar, D. L. P., & Ambarwati, R. (2024). Gambaran pemberian makanan baduta stunting usia 12–24 bulan. Jurnal Gizi dan Kesehatan, 16(2), 269–282. https://doi.org/10.35473/jgk.v16i2.535

Nugraheni, D., Nuryanto, N., Wijayanti, H. S., Panunggal, B., & Syauqy, A. (2020). ASI eksklusif dan asupan energi berhubungan dengan kejadian stunting pada usia 6–24 bulan di Jawa Tengah. Journal of Nutrition College, 9(2), 106–113. https://doi.org/10.14710/jnc.v9i2.27126

Nurkomala, S., Nuryanto, & Panunggal, B. (2018). Praktik pemberian MPASI (makanan pendamping air susu ibu) pada anak stunting dan tidak stunting usia 6–24 bulan. Journal of Nutrition College, 7(2), 45–53. https://doi.org/10.14710/jnc.v7i2.20822

Nurkomala, S., Nuryanto, N., & Panunggal, B. (2018). Praktik pemberian MPASI (makanan pendamping air susu ibu) pada anak stunting dan tidak stunting usia 6–24 bulan. Journal of Nutrition College, 7(2), 45–53. https://doi.org/10.14710/jnc.v7i2.20822

Proverawati, A., & Kusuma, E. (2018). Ilmu gizi untuk keperawatan dan gizi kesehatan. Nuha Medika.

Rahmah, F. N., Rahfiludin, M. Z., & Kartasurya, M. I. (2020). Peran praktik pemberian makanan pendamping ASI terhadap status gizi anak usia 6–24 bulan di Indonesia: Telaah pustaka. Media Kesehatan Masyarakat Indonesia, 19(6), 392–401. https://doi.org/10.14710/mkmi.19.6.392-401

Rahmalia, F. Y., & Azinar, M. (2024). Hubungan riwayat pemberian ASI eksklusif dengan kejadian stunting pada anak usia 6–24 bulan. AKSELERASI: Jurnal Ilmiah Nasional, 6(1), 43–52. https://doi.org/10.54783/jin.v6i1.881

Rahmi, F. J., Huljannah, N., & Rochmah, T. N. (2022). Program pencegahan stunting di Indonesia: A systematic review. Media Gizi Indonesia, 17(3), 281–292. https://doi.org/10.20473/mgi.v17i3.281-292

Resti, E., Wandini, R., & Rilyani. (2021). Pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) berhubungan dengan kejadian stunting pada balita. Jurnal Kesehatan, 7(2). https://doi.org/10.33024/jkm.v7i2.4138

Rusmil, V. K., Ikhsani, R., Dhamayanti, M., & Hafsah, T. (2019). Hubungan perilaku ibu dalam praktik pemberian makan pada anak usia 12–23 bulan dengan kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Jatinangor. Sari Pediatri, 20(6), 366–374. https://doi.org/10.14238/sp20.6.2019.366-74

Saaka, M., Wemakor, A., Abizari, A.-R., & Aryee, P. (2015). How well do WHO complementary feeding indicators relate to nutritional status of children aged 6–23 months in rural Northern Ghana? BMC Public Health, 15, 1157. https://doi.org/10.1186/s12889-015-2494-7

Samsudin., Agusanty, F. S., Desmawati. (2023). Stunting. Jawa Tengah: Purbalingga.

Sari, N., Wijayanti, K., Arwani. (2023). MPASI Selingan Berbahan Dasar Kearifan Lokal Guna Meningkatkan Berat Badan Bayi. NTB : Mataram.

Shakeela, K. (2022). Hubungan pemberian ASI eksklusif dan pola MPASI dengan kejadian stunting pada anak usia 12–24 bulan di Pandeglang, Banten. Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia, 2(11), 992–1007. https://doi.org/10.59141/cerdika.v2i11.474

Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Tello, B., Rivadeneira, M. F., Moncayo, A. L., Buitrón, J., Astudillo, F., Estrella, A., & Torres, A. L. (2022). Breastfeeding, feeding practices and stunting in indigenous Ecuadorians under 2 years of age. International Breastfeeding Journal, 17(1),1–15. https://doi.org/10.1186/s13006-022-00461-0

Wangiyana, N. K. A. S., Karuniawaty, T. P., John, R. E., Qurani, R. M., Tengkawan, J., Septisari, A. A., & Ihyauddin, Z. (2020). Praktik pemberian MP-ASI terhadap risiko stunting pada anak usia 6–12 bulan di Lombok Tengah. Penelitian Gizi dan Makanan (The Journal of Nutrition and Food Research), 43(2), 81–88. https://doi.org/10.22435/pgm.v43i2.4118

Wangiyana, N. K. A. S., Karuniawaty, T. P., John, R. E., Qurani, R. M., Tengkawan, J., Septisari, A. A., & Ihyauddin, Z. (2020). Praktik pemberian MP-ASI terhadap risiko stunting pada anak usia 6–12 bulan di Lombok Tengah. Penelitian Gizi dan Makanan (The Journal of Nutrition and Food Research), 43(2), 81–88. https://doi.org/10.22435/pgm.v43i2.4118

Wangiyana, N. K. A. S., Karuniawaty, T. P., John, R. E., Qurani, R. M., Tengkawan, J., Septisari, A. A., & Ihyauddin, Z. (2020). Praktik pemberian MP-ASI terhadap risiko stunting pada anak usia 6–12 bulan di Lombok Tengah. Penelitian Gizi dan Makanan (The Journal of Nutrition and Food Research), 43(2), 81–88. https://doi.org/10.22435/pgm.v43i2.4118

Wijaya, F. A. (2019). ASI eksklusif: Nutrisi ideal untuk bayi 0–6 bulan. Cermin Dunia Kedokteran, 46(4), 296–300. https://doi.org/10.55175/cdk.v46i4.485

World Health Organization., & UNICEF. (2023). Global strategy for infant and young child feeding.

Wulandari, E. C., Wijayanti, H. S., Widyastuti, N., Panunggal, B., Ayustaningwarno, F., & Syauqy, A. (2021). Hubungan stunting dengan keterlambatan perkembangan pada anak usia 6–24 bulan. Journal of Nutrition College, 10(4), 304–312. https://doi.org/10.14710/jnc.v10i4.31114

Wulandary, W., & Sudiarti, T. (2024). Stunting on children aged 6–23 months in East Nusa Tenggara Province. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 19(4), 585–595. https://doi.org/10.15294/kemas.v19i4.48703

Zakiyya, A., Widyaningsih, T., Sulistyawati, R., & Pangestu, J. F. (2018). Analisis Kejadian Stunting Terhadap Perkembangan Anak Usia 6-24 Bulan. Jurnal Sains Kebidanan, 1(1), 6–16. https://doi.org/10.31983/jsk.v3i1.6892

Downloads

Published

2026-08-28

How to Cite

Johan, S., Wiardani, N. K., & Widarti, I. G. A. A. (2026). Status Stunting Berdasarkan Riwayat Pemberian ASI Eksklusif dan MPASI pada Baduta Usia 6-24 Bulan di UPTD Puskesmas Todo Kabupaten Manggarai NTT. Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa, 3(3), 675–685. https://doi.org/10.59837/jpnmb.v3i3.1033

Issue

Section

Articles