Hubungan Tingkat Pengetahuan, Tingkat Konsumsi Protein dan Zat Besi terhadap Status Anemia Ibu Hamil di Puskesmas Kuanfatu Kabupaten Timor Tengah Selatan
DOI:
https://doi.org/10.59837/jpnmb.v3i4.1035Keywords:
status anemia, tingkat konsumsi protein dan zat besi, tingkat pengetahuanAbstract
Anemia pada ibu hamil masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang dapat meningkatkan risiko komplikasi selama kehamilan dan persalinan serta berdampak terhadap kesehatan ibu dan janin. Tingkat pengetahuan serta kecukupan konsumsi protein dan zat besi merupakan beberapa faktor yang berkaitan dengan kondisi gizi ibu hamil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan tingkat konsumsi protein dan zat besi serta hubungan tingkat konsumsi protein dan zat besi dengan status anemia pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Kuanfatu Kabupaten Timor Tengah Selatan. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional yang dilaksanakan pada April–Mei 2026 di wilayah kerja Puskesmas Kuanfatu. Sampel penelitian berjumlah 63 ibu hamil yang dipilih menggunakan teknik proportional random sampling. Data tingkat pengetahuan diperoleh melalui kuesioner, data konsumsi protein dan zat besi diperoleh menggunakan recall makanan 24 jam, sedangkan status anemia ditentukan berdasarkan pemeriksaan kadar hemoglobin. Analisis bivariat dilakukan menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α=0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu hamil memiliki tingkat pengetahuan dalam kategori cukup, tingkat konsumsi protein dalam kategori baik, tingkat konsumsi zat besi dalam kategori kurang, dan tidak mengalami anemia. Tingkat pengetahuan tidak berhubungan dengan tingkat konsumsi protein, sedangkan tingkat pengetahuan berhubungan dengan tingkat konsumsi zat besi. Tingkat konsumsi protein tidak berhubungan dengan status anemia, sedangkan tingkat konsumsi zat besi berhubungan dengan status anemia pada ibu hamil. Peningkatan edukasi gizi dan pemantauan pemenuhan kebutuhan zat besi diperlukan sebagai bagian dari upaya pencegahan anemia pada ibu hamil.
References
Antini, A., & Trisnawati, I. (2025). Hubungan pengetahuan, pola konsumsi dan pemanfaatan sayuran hijau terhadap anemia pada ibu hamil. Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung, 17(1), 221–234. https://doi.org/10.34011/juriskesbdg.v17i1.2495
Astriana, W. (2017). Kejadian anemia pada ibu hamil ditinjau dari paritas dan usia. Jurnal Aisyah: Jurnal Ilmu Kesehatan, 2(2), 123–130. https://doi.org/10.30604/jika.v2i2.57
Chandra, F., Junita, D., & Fatmawati, T. Y. (2019). Tingkat pendidikan dan pengetahuan ibu hamil dengan status anemia. Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan Indonesia, 9(4), 653–659. https://doi.org/10.33221/jiiki.v9i04.398
Chandra, F., Junita, D., & Fatmawati, T. Y. (2019). Tingkat pendidikan dan pengetahuan ibu hamil dengan status anemia. Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan Indonesia, 9(4), 653–659. https://doi.org/10.33221/jiiki.v9i04.398
Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Timur. (2019). Profil kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Timur tahun 2018.
Ghiffari, E. M., Harna, H., Angkasa, D., Wahyuni, Y., & Purwara, L. (2021). Kecukupan gizi, pengetahuan, dan anemia ibu hamil. Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan, 5(1), 10–23. https://doi.org/10.22487/ghidza.v5i1.186
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Laporan Nasional Riset Kesehatan Dasar ( Riskesdas) Tahun 2018. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Pedoman Pencegahan dan Penanggulangan Anemia pada Ibu Hamil. Jakarta: Kemenkes RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 dalam angka. Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan.
Khatimah, H., Setiawati, D., & Haruna, N. (2022). Hubungan faktor risiko kejadian anemia pada ibu hamil trimester ketiga. UMI Medical Journal, 7(1), 10–19. https://doi.org/10.33096/umj.v7i1.152
Nona, H., Utami, N. W., & Widiani, E. (2018). Hubungan pengetahuan tentang nutrisi ibu hamil dengan perilaku pemenuhan kebutuhan nutrisi ibu hamil di Puskesmas Dinoyo Malang. Nursing News: Jurnal Ilmiah Keperawatan, 3(2). https://doi.org/10.33366/nn.v3i2.1112
Notoatmodjo, S. (2014). Ilmu perilaku kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
Prautami, E. S. (2020). Hubungan pengetahuan dan sikap ibu hamil mengenai status gizi selama kehamilan. Jurnal Kesehatan dan Pembangunan, 10(20). https://doi.org/10.52047/jkp.v10i20.74
Purwaningrum, Y. (2019). Pengetahuan ibu hamil tentang gizi dengan kejadian anemia selama kehamilan. Jurnal Kesehatan, 5(2), 88–93. https://doi.org/10.25047/j-kes.v5i2.52
Sari, A. P., & Romlah. (2019). Faktor yang berhubungan dengan kejadian anemia pada ibu hamil trimester III. Journal of Telenursing (JOTING), 1(2), 334–343. https://doi.org/10.31539/joting.v1i2.982
Sari, H. K., Handayani, & Mustikowati, T. (2020). Hubungan asupan gizi pada ibu hamil terhadap keluhan kehamilan. Binawan Student Journal, 2(1), 200–204. https://doi.org/10.54771/bsj.v2i1.108
Shilhah, S. Y., Permadi, M. R., Elisanti, A. D., Susindra, Y., & Jannah, M. (2023). Kepatuhan konsumsi tablet tambah darah, asupan zat besi dan vitamin C, dan kadar hemoglobin ibu hamil di Puskesmas Panceng. HARENA: Jurnal Gizi, 4(1), 10–17. https://doi.org/10.25047/harena.v4i1.4518
Shofiana, F. I., Widari, D., & Sumarmi, S. (2018). Pengaruh usia, pendidikan, dan pengetahuan terhadap konsumsi tablet tambah darah pada ibu hamil di Puskesmas Maron, Kabupaten Probolinggo. Amerta Nutrition, 2(4), 356–363. https://doi.org/10.20473/amnt.v2i4.2018.356-363
UPT Puskesmas Kuanfatu. (2025). Laporan bulanan Puskesmas Kuanfatu tahun 2025
World Health Organization. (2024). Daily iron and folic acid supplementation during pregnancy. Geneva: World Health Organization.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 James Salfistar Tameon, Ida Ayu Eka Padmiari, I Komang Agusjaya Mataram

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.






