Analisis Politik Pengibaran Jolly Roger One Piece oleh Masyarakat pada Demonstrasi
DOI:
https://doi.org/10.59837/jpnmb.v3i4.1067Keywords:
Demonstrasi, Jolly, Masyarakat, Roger, PolitikAbstract
Partisipasi politik merupakan bagian penting dalam sistem politik seperti demonstrasi atau unjuk rasa oleh masyarakat. Pada Agustus 2025 masyarakat di berbagai daerah di Indonesia melakukan demonstrasi dengan membawa atribut yang tidak biasa, yaitu bendera bajak laut atau dikenal dengan jolly roger yang berasal dari manga dan anime populer Jepang, One Piece. Hal ini sempat direspon serius oleh aparat dan pejabat pemerintah dengan melarang pengibaran jolly roger karena dianggap menimbulkan kesan seperti pemberontakan atau makar terhadap negara. Peneliti tertarik untuk mendalami apa makna dan pengaruh simbolik pengibaran jolly roger One Piece oleh masyarakat pada saat demonstrasi. Penelitian ini menggunaan metode kualitatif dan pengumpulan data dilakukan melalui studi literatur, serta teknik analisa yang digunakan adalah deskriptif analitis. Teori yang digunakan antara lain teori demonstrasi, simbolisme dalam politik, budaya pop dan aktivisme, serta jolly roger pada konteks manga dan anime one piece. Hasil penelitian ini menemukan, pengibaran jolly roger One Piece dalam demonstrasi merupakan ekpresi protes politik masyarakat atas kondisi yang tidak memihak masyarakat. Hal ini tercermin dari cerita one piece tentang kelompok bajak yang sebenarnya pahlawan masyarakat. Dengan demikian pengibaran jolly roger one piece merupakan ekspresi protes yang menjadi ciri khas estetika generasi, dan bukan makar politik.
References
Anggito, A., & Setiawan, J. (2018). Metodologi penelitian kualitatif. CV Jejak (Jejak Publisher).
Aqil, H. L., & Atmojo, D. P. (2025). Politik simbolik dan resistensi kultural anak muda menjelang HUT ke-80 RI: Analisis wacana pengibaran bendera One Piece. Jurnal Nawala Politika, 3(2), 79–98. https://doi.org/10.24843/jnp.v3i2.461
Ardyan, E., Boari, Y., Akhmad, A., Yuliyani, L., Hildawati, H., Suarni, A., Anurogo, D., Ifadah, E., & Judijanto, L. (2023). Metode penelitian kualitatif dan kuantitatif: Pendekatan metode kualitatif dan kuantitatif di berbagai bidang. PT. Sonpedia Publishing Indonesia. https://books.google.co.id/books?id=A8LmEAAAQBAJ
Bestvater, S., Gelles-Watnick, R., Odabaş, M., Anderson, M., & Smith, A. (2023, June 29). Ten years of #BlackLivesMatter on Twitter. Pew Research Center. https://www.pewresearch.org/data-labs/2023/06/29/ten-years-of-blacklivesmatter-on-twitter/
Black, R. W. (2008). Just don’t call them cartoons: The new literacy spaces of anime, manga, and fanfiction. In J. Coiro, M. Knobel, C. Lankshear, & D. J. Leu (Eds.), Handbook of research on new literacies (pp. 583–610). Erlbaum.
Carnegie, M. (2022, August 8). Gen Z: How young people are changing activism. BBC Worklife. https://www.bbc.com/worklife/article/20220803-gen-z-how-young-people-are-changing-activism
Chatra P., M. A., Achjar, K. A. H., Ningsi, N., Rusliyadi, M., Zaenurrosyid, A., Rumata, N. A., Nirwana, I., & Abadi, A. (2023). Metode penelitian kualitatif: Panduan praktis untuk analisis data kualitatif dan studi kasus. PT. Sonpedia Publishing Indonesia. https://books.google.co.id/books?id=yp7NEAAAQBAJ
El Ishaq, R., & Mahanani, P. A. R. (2018). Media sosial, ruang publik, dan budaya ‘pop’. ETTISAL: Journal of Communication, 3(1), 15. https://doi.org/10.21111/ettisal.v3i1.1928
Faiz, M. (2026). Representasi bendera One Piece sebagai simbol protes di media sosial indonesia. Maliki Interdisciplinary Journal, 4(2), 650–659.
Gulo, L. P. I., & Mendrofa, E. A. Y. (2025). Hak untuk bersuara, kewajiban untuk berpartisipasi: Makna demokrasi sesungguhnya. Jurnal Ilmu Pendidikan Pancasila, Kewarganegaraan, dan Hukum, 2(2), 120–126. https://doi.org/10.70134/pakehum.v2i2.641
Irmawanti, I., & Ramadhan, M. R. (2025). Bendera Jolly Roger Topi Jerami sebagai simbol kritik sosial di Instagram dalam perspektif Barthes. Jurnal Ilmu Komunikasi UHO: Jurnal Penelitian Kajian Ilmu Komunikasi dan Informasi, 10(4), 937–954. https://doi.org/10.52423/jikuho.v10i4.1902
Kaggle. (2025). best-selling-manga. https://www.kaggle.com/datasets/drahulsingh/best-selling-manga?resource=download
Kompas.com. (2019). Demo di DPR, Mahasiswa Janji Datang dengan Massa Lebih Banyak Besok. https://nasional.kompas.com/read/2019/09/23/20385161/demo-di-dpr-mahasiswa-janji-datang-dengan-massa-lebih-banyak-besok
Maulida, I. R., Alsyah, S., & Dalimunthe, T. (2022). Issu masyarakat global. Jurnal Bakti Sosial, 1(1), 39–48. https://doi.org/10.63736/jbs.v1i1.6
Milkman, R. (2017). A new political generation: Millennials and the post-2008 wave of protest. American Sociological Review, 82(1), 1–31. https://doi.org/10.1177/0003122416681031
Morrison, M. K. C. (1987). Black political mobilization: Leadership, power, and mass behavior. State University of New York Press. https://books.google.co.id/books?id=3iFNRcVC2xQC
Rosid, I. (2025). Dinamika pengaturan simbol negara dan kebebasan ekspresi terhadap polemik mengenai bendera One Piece. Rampai Jurnal Hukum, 4(1), 33–40. https://doi.org/10.35473/rjh.v4i1.4351
Sarosa, S. (2021). Analisis data penelitian kualitatif. PT Kanisius.
Setiawan, T., & Atmadja, S. D. (2025). Mendaki kekuasaan dengan budaya populer. Innovative: Journal of Social Science Research, 5(3), 5727–5736. https://doi.org/10.31004/innovative.v5i3.19882
Tempo.co. (2025). Mengapa Bendera One Piece Menjadi Simbol Unjuk Rasa Dunia. https://www.tempo.co/internasional/bendera-one-piece-dalam-unjuk-rasa-dunia-2072880
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Zakaria Habib Al-Ra’zie, Rizki Dwi Febriansyah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.






