Hubungan Anemia Pada Ibu Hamil dengan Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah di Puskesmas Kayutangi Kota Banjarmasin Tahun 2024
DOI:
https://doi.org/10.59837/jpnmb.v1i8.214Keywords:
Anemia, BBLR, Ibu HamilAbstract
Anemia menjadi faktor resiko utama yang menyumbang 20-40% kematian ibu secara langsung dan tidak langsung. Anemia dalam kehamilan meningkatkan risiko berat badan lahir rendah. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, tahun 2023 dari jumlah ibu hamil 2550 di dapatkan 1537 komplikasi kebidanan yang terbanyak adalah anemia 1107 dan Jumlah Bayi Lahir dengan BBLR sebanyak 617 bayi. Bertujuan untuk menganalisis hubungan anemia pada ibu hamil dengan kejadian BBLR di wilayah kerja Puskesmas Kayu Tangi Kota Banjarnasin Tahun 2023. Penelitian ini adalah survey analitik dengan pendekatan case control. Teknik sampling yang digunakan adalah Simple Random Sampling sebanyak 32 ibu yang pernah melahirkan dan terdaftar di rekam medis Puskesmas Kayu Tangi. Analisis data menggunakan uji Chi Square dengan nilai signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan kejadian BBLR sebanyak 16 orang (50,0%) dan kejadian anemia pada ibu hamil sebanyak 17 orang (53,1%). Hasil uji Chi Square menunjukkan ada hubungan anemia pada ibu hamil dengan kejadian BBLR dengan nilai p 0,034 (p<0,05). Kesimpulan dalam penelitian ini ialah ada hubungan anemia pada ibu hamil dengan kejadian BBLR di Wilayah Kerja Puskemas Kayu Tangi Kota Banjarmasin Tahun 2023
References
Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin. (2023). Laporan Tahunan Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin. Data BBLR dan Anemia.
Ernawati, A. (2018). Hubungan Usia dan Status Pekerjaan Ibu dengan Kejadian Kurang Energi Kronis Pada Ibu Hamil. Jurnal Litbang, 14(1), 27-37.
Fatimah, S., & Nopita, D. K. (2019). Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Anemia dengan Risiko Kejadian BBLR. Journal of Midwifery and Public Health, 1-8.
Fransiska, D., Sarinengsih, Y., Novitasari., & Suhartini, S. (2020). Faktor-Faktor Yang Berhubungan dengan Kejadian Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) di RSUD Soreang Kabupaten Bandung. Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel, 14 (2), 105-112.
Heriani., & Camela, R. (2022). Hubungan Umur dan Paritas Ibu dengan Kejadian Berat Badan Lahir Rendah. Jurnal Ilmiah Multisciene Kesehatan, 14(1), 116-122.
Isnaini, Y, S., Yuliaprida, R., & Pihahey, P. (2021). Hubungan Usia, Paritas dan Pekerjaan Terhadap Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil. Jurnal Nursing Arts. 15(2), 65-74.
Megawati, E., Pitono, A. J., & Miraturrofi'ah, M. (2023). Hubungan Preeklampsia Dan Anemia dengan Kejadian Berat Badan Lahir Rendah (BBLR). Jurnal Asuhan Ibu & Anak, 8(2),55-62.
Prawirohardjo, S. (2018). Ilmu Kebidanan. Jakarta: Bina Pustaka
Proverawati, A. (2018). Anemia dan Anemia Kehamilan. Yogyakarta: Nuha Medika.
Putri, A. W., Ayu, P., Lulu, L., Sri, W., & Auly, T. (2019). Faktor Ibu terhadap Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah. Journal of Public Health Research and Development 3(1), 55-62.
Puskesmas Kayu Tangi. (2023). Laporan Tahunan.
Reza, N. N., Lestari, K. F., & Sringati. (2023). Hubungan Riwayat Preeklampsia dan Anemia dengan Kejadian Berat Badan Lahir Rendah Pada Bayi Di RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah. Jurnal Skolastik Keperawatan, 9(2), 149-160.
Sari, S. A., Nuri, L. F., & Nia, R. D. (2021). Hubungan Usia dengan Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil di Kota Metro. Jurnal Wacana Kesehatan, 23-26.
Wasono, H, A., Husna, I., Zulfian., & Mulyani, W. (2021). Hubungan Tingkat Pendidikan Dengan Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil di Beberapa Wilayah Indonesia. Jurnal Medika Malahayati, 5(1), 59-66.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Laila Laila, Hapisah Hapisah, Suhrawardi Suhrawardi, Nur Rohmah Prihatanti

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.






