Hubungan Riwayat Pemberian Asi Eksklusif Dengan Kejadian Stunting Pada Baduta Usia 7-24 Bulan Di Puskesmas Alalak Selatan Tahun 2024
DOI:
https://doi.org/10.59837/jpnmb.v1i8.218Keywords:
Stunting, Riwayat Pemberian ASI Eksklusif, BadutaAbstract
Latar Belakang: Stunting merupakan salah satu masalah gizi bagi balita jika tidak menerima makanan yang sehat dan seimbang. Anak yang menderita stunting memiliki tubuh yang lebih pendek dari pada anak seusianya. Menurut Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023, dari 5 balita usia 0-59 bulan di Indonesia ditemukan 1 balita stunting (21,5%). Berdasarkan data profil dinas kesehatan kota Banjarmasin (2023), cakupan balita pendek (TB/U) adalah 2,9 % (1263 balita) dan Cakupan Bayi yang mendapat ASI Eksklusif di Kota Banjarmasin tahun 2023 adalah 6069 bayi atau sebesar 67,6 %. Tujuannya untuk menganalisis hubungan riwayat pemberian ASI eksklusif dengan kejadian stunting pada baduta usia 7-24 bulan di Puskesmas Alalak Selatan Kota Banjarnasin Tahun 2024. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan case control. Teknik sampling yang digunakan adalah Simple Random Sampling sebanyak 120 baduta yang terdaftar di rekam medis Puskesmas Alalak Selatan. Analisis data menggunakan uji Chi Square dengan nilai signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan kejadian stunting sebanyak 40 orang baduta (5,38 %) dan riwayat pemberian ASI tidak eksklusif sebanyak 69 orang baduta (57,5 %) tidak memberikan ASI eksklusif. Hasil uji Chi Square menunjukkan ada hubungan riwayat pemberian ASI eksklusif dengan kejadian stunting pada baduta usia 7-24 bulan dengan nilai p 0,000 (p<0,05). OR yang diperoleh yaitu 4,649 menunjukkan bahwa baduta yang tidak mendapatkan ASI Eksklusif memiliki resiko 4,6 kali lebih besar untuk mengalami stunting dibandingkan mereka yang mendapatkan ASI Eksklusif. Kesimpulan penelitian ini ialah Ada hubungan riwayat pemberian ASI eksklusif dengan kejadian stunting pada baduta usia 7-24 bulan di Puskesmas Alalak Selatan Kota Banjarnasin Tahun 2024
References
Adriani, P., Aisyah, I. S., Wirawan, S., Hasanah, L. N., Idris, Nursiah, A., Yulistianingsih, A., & Siswati, T. (2022). Stunting Pada Anak. In PT Global Eksekutif Teknologi (Vol. 124, Issue November).
Akbar, I., & Huriah, T. (2022). Modul Pencegahan Stunting. Modul Pencegahan Stunting, 1–32.
Annisa, N., Sumiaty, S., & Tondong, H. I. (2019). Hubungan Inisiasi Menyusu Dini dan ASI Eksklusif dengan Stunting pada Baduta Usia 7-24 Bulan. Jurnal Bidan Cerdas (JBC), 2(2), 92. https://doi.org/10.33860/jbc.v2i2.198
Aprillia, Y. T., Mawarni, E. S., & Agustina, S. (2020). Pengetahuan Ibu Tentang Makanan Pendamping ASI (MP-ASI). Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, 12(2), 865–872. https://doi.org/10.35816/jiskh.v12i2.427
Diah, Waryana, & Elza. (2019). Kajian Kejadian Stunting Pada Balita Berdasarkan Karakteristik Keluarga Di Desa Sidoharjo Kecamatan Samigaluh Kabupaten Kulon Progo. Poltekkes Yogyakarta
Efendi, S., Sriyanah, N., Cahyani, A. S., Hikma, S., & K, K. (2021). Pentingnya Pemberian Asi Eksklusif Untuk Mencegah Stunting Pada Anak. Idea Pengabdian Masyarakat, 1(02), 107–111. https://doi.org/10.53690/ipm.v1i01.71
Eliati, Handayani, S., Heppy Nidia, W., Susanti, D., & Rahliadi, R. (2021). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting pada Balita Usia 3-5 Tahun di Kecamatan Badar Kabupaten Aceh Tenggara. Nasuwakes: Jurnal Ilmiah Kesehatan, 14(2), 123–135.
Farizki, H. (2020). Hubungan antara Pengetahuan Ibu dan Dukungan Suamiu dengan Perilaku Ibu dalam Pemberian ASI Eksklusif di Desa Bagi Wilayah Kerja Puskesmas Madiun Kabupaten Madiun. Nature Microbiology, 3(1), 641
Kemenkes. (2023a). Laporan Tematik Survei Kesehatan Indonesia Tahun 2023 (Issue 112).
Kemenkes. (2023b). Profil Kesehatan Indonesia. In Pusdatin.Kemenkes.Go.Id
Latifah, A. M., Purwanti, L. E., & Sukamto, F. I. (2020). Hubungan Pemberian Asi Eksklusif Dengan Kejadian Stunting Pada Balita 1-5 Tahun. Health Sciences Journal, 4(1), 142. https://doi.org/10.24269/hsj.v4i1.409
Mustika, D. N., Nurjanah, S., & Ulvie, Y. N. S. (2018). Buku Ajar Asuhan Kebidanan Nifas. In Akademi Kebidanan Griya Husada Surabaya.
Ogutu, E. A., Ellis, A., Rodriguez, K. C., Caruso, B. A., McClintic, E. E., Ventura, S. G., Arriola, K. R. J., Kowalski, A. J., Linabarger, M., Wodnik, B. K., Webb-Girard, A., Muga, R., & Freeman, M. C. (2022). Determinants of food preparation and hygiene practices among caregivers of children under two in Western Kenya: a formative research study. BMC Public Health, 22(1), 1–18. https://doi.org/10.1186/s12889-022-14259-6
Oktavia, R. (2021). Hubungan Faktor Sosial Ekonomi Keluarga Dengan Kejadian Stunting. Jurnal Medika Hutama, 03(01), 1616–1620
Syahruddin, A. N., Ningsih, N. A., & Menge, F. (2022). Hubungan Kejadian Stunting dengan Perkembangan Anak Usia 6-23 Bulan. Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan, 15(4), 327–332. https://doi.org/10.33860/jik.v15i4.733
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Anna Soraya, Hapisah Hapisah, Suhrawardi Suhrawardi, Rita Kirana

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.






