Hubungan Pengetahuan Ibu Baduta Dengan Implementasi 1000 Hari Pertama Kehidupan (Hpk) Sebagai Pencegahan Stunting Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Pudi Kabupaten Kotabaru Tahun 2024

Authors

  • Henni Noorwahyuni Poltekkes Kemenkes Banjarmasin, Indonesia
  • Suhrawardi Suhrawardi Poltekkes Kemenkes Banjarmasin, Indonesia
  • Hapisah Hapisah Poltekkes Kemenkes Banjarmasin, Indonesia
  • Rafidah Rafidah Poltekkes Kemenkes Banjarmasin, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.59837/jpnmb.v1i8.225

Keywords:

Pengetahuan , Implementasi 1000 hari pertama kehidupan

Abstract

Latar belakang : Prevalensi stunting pada balita di dunia sebesar 22%. Stunting di Kalimantan selatan tercatat pada tahun 2022 (24,7%). Kejadian Stunting di Kabupaten Kotabaru pada tahun 2023 sebanyak 20.1%. Target pencapaian program 1000 hari pertama kehidupan di Indonesia mencakup peningkatan gizi ibu hamil, pemberian ASI eksklusif, serta pemenuhan gizi pada anak usia dini. Program ini bertujuan untuk menurunkan angka stunting. Tujuan : Mengetahui hubungan pengetahuan dengan implementasi 1000 Hari pertama kehidupan sebagai pencegahan stunting di wilayah kerja Puskesmas Pudi. Metode : Penelitian ini menggunakan survey analitik dengan  pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah sejumlah 79 responden, yang diambil dengan teknik total populasi. Variabel independen dalam penelitian ini adalah pengetahuan ibu baduta. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah implementasi 1000 Hari Pertama Kehidupan. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan wawancara. Data dianalisa menggunakan uji chi square. Hasil : Implementasi 1000 hari pertama kehidupan yang paling banyak pada katagori baik sebanyak 52 Orang (65,8 %), pengetahuan ibu baduta yang paling banyak pada katagori baik sebanyak 51 Orang (64,6 %). Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara pengetahuan ibu baduta dengan implementasi 1000 hari pertama kehidupan sebagai pencegahan stunting (p=0,000). Kesimpulan : Hubungan yang didapat antar variabel tersebut searah artinya semakin baik pengetahuan ibu baduta maka semakain baik implementasi terhadap 1000 hari pertama kehidupan. Oleh karena itu, tenaga kesehatan harus meningkatkan promosi kesehatan tentang 1000 hari pertama kehidupan.

References

Arikunto, Suharsimi. (2013). Prosedur Penelitian : Suatu pendekatan praktik. Jakarta: Rineka Cipta

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional. (2021). Pengasuhan 1000 Hari Pertama Kehidupan. Direktorat Bina Keluarga Balita dan Anak. Jakarta Timur.

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional. (2017).1000 HPK (Hari Pertama Kehidupan). Direktorat Bina Keluarga Balita dan Anak. Jakarta Timur.

Berawi, Khairun Nisa. (2021). Pedoman Asupan dan Asuhan 1000 Hari Pertama Kehidupan. Bandarlampung: Pusaka Media

Darsini, Fakrurrozi, &Cahyono, E. A. (2019). Pengetahuan; Artikel Review. Jurnal Keperawatan, 12(1), 95-107

Dinkes Kabupaten Kotabaru. (2023). Profil Kesehatan. Dinkes Kabupaten Kotabaru.

Dinkes Provinsi Kalimantan Selatan. (2023). Laporan Kinerja Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2023.

Gupta, A, (2019). Initiating Breastfeeding within one hour of birth : A scientific brief. Family and Reproductive health, Division of Child Health an Development. Geneva: WHO.

Hizni, A., Julia, M dan Gamayanti, I.L, (2020). Status Stunted dan Hubungannya dengan Perkembangan Anak Balita di Wilayah Pesisir Pantai Utara Kecamatan Lemawungkuk Kota Cirebon, Jurnal Gizi Klinik Indonesia; Vol. 6, No. 3, Maret 2020 :131-7.

Husaini, M.A, (2020). Study Nutritional Anemia an Assesment Information of Information Compilation for Supporting and Formulating National Policy and Program. Jakarta: Kementrian Kesehatan RI

Kemenkes RI, (2022). Profil Kesehatan Indonesia 2021, Jakarta: Kemenkes RI.

Kemenkes RI, (2022). Rencana Aksi Nasional Pangan dan Gizi 2020-2025. Jakarta: Dirjen Binkesmas.

Kemenkes RI. (2022). Pedoman Perencanaan Program Gerakan 1000 Hari Pertama Kehidupan, Republik Indonesia. Jakarta: Kemenkes RI.

Nia Emelia, Marianti A. Sangkai, Melisa Prisilia (2023). Hubungan pengetahuan ibu tantang 1000 hari pertama kehidupan dengan kejadian stunting pada balita di Puskesmas Kereng bingkirai Kota Palangka Raya, Jurnal Surya Medika(JSM)

Notoatmodjo, S. (2020). Metodologi Penelitian Kesehatan Notoatmodjo S, editor. In Jakarta: PT. Rineka Cipta. Alfabeta.

Nurul Fadhilah, Agustina (2022). Peningkatan Pengetahuan 1000 Hari Pertama Kehidupan pada Calon Pengantin Melalui Promosi Kesehatan, Jurnal Ilmiah Kesehatan.

Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang. (2019). Buku Saku Gizi 1000 Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK). Jurusan Gizi.

Rahayu, A., Rahman, F., Marlinae, L., Husaini, H., Meitria, M., Yulidasari, F., & Rosadi, D. (2018). Buku Ajar Gizi 1000 Hari Pertama Kehidupan. Yogyakarta : CV Mine

Tiara Hanisa Yuliam (2023). Upaya Meningkatkan Pengetahuan dan Sikap Remaja dalam Pencegahan Stunting 1000 Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK). KEPO: Jurnal Keperwatan Profesional, Sarana ilmu Indonesia (Salnesia): Sulawesi Selatan.

Risa Nurhikmah, Eva Martina, Ria Andriani (2024). Hubungan antara pengetahuan ibu tentang gerakan 1000 hari pertama kehidupan terhadap tingkat kejadian stunting pada balita di Puskesmas Warungkiara, Journal OF Publik Healt Innovation(JPHI)

Yurenda Aurelia (2024). 1000 HPK kunci cegah stunting. Jakarta : Kemenkes RI

Yurissetiowati, Namsyah Baso (2023). Hubungan pengetahuan dan sikap ibu tentang 1000 hpk dengan perilaku pencegahan stunting, MAHESA : Malahayati Healt Student Journal

Downloads

Published

2025-01-18

How to Cite

Noorwahyuni, H., Suhrawardi, S., Hapisah, H., & Rafidah, R. (2025). Hubungan Pengetahuan Ibu Baduta Dengan Implementasi 1000 Hari Pertama Kehidupan (Hpk) Sebagai Pencegahan Stunting Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Pudi Kabupaten Kotabaru Tahun 2024. Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa, 1(8), 1238–1244. https://doi.org/10.59837/jpnmb.v1i8.225

Issue

Section

Articles