Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemberian ASI Ekslsusif Di Puskesmas Tamban Tahun 2024
DOI:
https://doi.org/10.59837/jpnmb.v1i8.245Keywords:
ASI Eksklusif, Puskesmas, BayiAbstract
Latar Belakang: ASI Eksklusif adalah memberikan hanya ASI saja tanpa memberikan makanan dan minuman lain kepada bayi sejak lahir sampai berumur 6 bulan. Dari data capaian ASI Eksklusif di Puskesmas Tamban tahun 2023 masih rendah yaitu 150 (64,2%), karena faktor ibu yang bekerja. Tujuan penelitian Penelitian ini menggunakan survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah sejumlah 54 ibu yang mempunyai bayi usia > 6 – 12 bulan yang berada di wilayah kerja Puskesmas Tamban dengan pengambilan sampel secara total sampling. Variabel independen dalam penelitian ini adalah usia, pendidikan, pekerjaan. Variabel dependen adalah pemberian ASI Eksklusif. Analisa data menggunakan uji Chi square dengan nilai Confidence Interval (CI) 95 % dan tingkat kemaknaan adalah (α) 0,05. Hasil Penelitian : Hasil analisis univariat ibu yang memberikan ASI Eksklusif 17 (31,4%), mayoritas ibu berusia 20-35 tahun sebanyak 46 (85,2%), Ibu pendidikan dasar 44 (81,5%) dan ibu bekerja 33 (61,1%). Hasil analisis bivariat menunjukan terdapat hubungan yang signifikan antara pekerjaan ibu dengan pemberian ASI Eksklusif ( ρ < α = 0,05). Kesimpulan Pekerjaan ibu merupakan faktor yang berpengaruh terhadap pemberian ASI Eksklusif. Temuan ini memperlihatkan bahwa pekerjaan ibu dapat menjadi hambatan dalam memberikan ASI Eksklusif pada bayinya, oleh karena itu program edukasi yang berkelanjutan serta dukungan dari berbagai pihak tetap diperlukan untuk meningkatkan angka pemberian ASI Eksklusif di kalangan ibu bekerja dan yang memiliki pendidikan rendah.
References
Abimibayo Adeoya A, Sasaki H, Fuda M, Okamoto T and Egawa S (2022). Child Nutrition in Disaster: A Scoping Review. The Tohoku journal of experimental medicine, 256(2), pp.: 103–118. doi: 10.1620/tjem.256.103.
Almatsier S, S S and M S (2013). Gizi Seimbang Dalam Daur Kehidupan. Gramedia p. Edited by Gramedia pustaka utama. Jakarta: Gramedia pustaka utama.
Adelin P, Sintia W and Fionaliza (2022). Faktor Resiko Kejadian Stunting Pada Balita Usia 24-60 Bulan Di Kecamatan Koto Balingka Pasaman Barat Tahun 2019. Scientific Journal, 1(2), pp.: 142–155. doi: 10.56260/sciena.v1i2.28.
Arintasari F (2016). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemberian ASI Eksklusif Di Puskesmas Tegalrejo Yogyakarta Tahun 2015. Medika Respati, 11(2), pp.: 42–51.
Elizabeth B.Hurlock (2019). Terjemah Psikologi Perkembangan Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan
Nur Mazdalifah (2021). The Relationship Between Family Support With the Success of Exclusive Breast Feeding To Working Mothers in the Working Area of Panombeian Panei Puskesmas Simalungun District. MEDALION JOURNAL: Medical Research, Nursing, Health and Midwife Participation, 2(1), pp.: 1–8. doi: 10.59733/medalion.v2i1.4.
Priharwanti A (2022). Evaluasi CIPP (Context-Input-Process-Product) Program Asi Eksklusif Sebagai Upaya Penurunan Stunting Di Bantarbolang Kabupaten Pemalang. Jurnal Pena, 36(2), pp.: 89–97.
Sugiyono (2019). Metodelogi Penelitian Kuantitatif Dan Kualitatif Dan R&D. Alfabeta.
WHO (2020). Infant And Young Child Feeding. Geneva.
Zahra T and Puspitasari Y (2024). Faktor -Faktor Penyebab Gagalnya Pemberian Asi Ekslusif. Jurnal Kesehatan Abdurahman, 13(1), pp.: 36–43. doi: 10.55045/jkab.v13i1.194.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Rusmawati Rusmawati, Rubiati Hipni, Hapisah Hapisah, Tri Tunggal

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.






