Hubungan Preeklamsia Berat Pada Ibu Bersalin Dengan Kejadian BBLR Dan Asfiksia Neonatorum Di RSUD Dr. H Moch Ansari Saleh Banjarmasin Tahun 2023

Authors

  • Khoiru Nisa Setiyanigsih Poltekkes Kemenkes Banjarmasin, Indonesia
  • Zakiah Zakiah Poltekkes Kemenkes Banjarmasin, Indonesia
  • Nur Rohmah Prihatanti Poltekkes Kemenkes Banjarmasin, Indonesia
  • Hapisah Hapisah Poltekkes Kemenkes Banjarmasin, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.59837/jpnmb.v1i8.249

Keywords:

Pre Eklamsia Berat, BBLR dan Asfiksia Neonatorum

Abstract

Latar Belakang: Preeklamsia merupakan salah satu komplikasi kehamilan yang signifikan dan menjadi salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas maternal dan perinatal. Menurut World Health Organization (WHO) salah satu penyebab tingginya angka kematian bayi (AKB) di dunia adalah berat badan lahir rendah (BBLR). Menurut hasil riset kesehatan dasar penyebab kematian paling banyak di Indonesia adalah kondisi berat badan lahir rendah (BBLR) yaitu 35,3%. Penyebab kematian lainya diantaranya asfiksia, kelainan bawaan, sepsis, tetanus tetanotarium, dan lainnya. Tujuan: untuk menganalisis hubungan pre eklampsia berat dengan kejadian BBLR dan asfiksia neonatorum di RSUD dr. H. Moch Ansari Saleh Banjarmasin. Metode: Penelitian ini mengunakan observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Besar sampel yang diambil berjumlah 295 orang dari jumlah total ibu bersalin sebesar 1127 orang. Pengumpulan data menggunakan lembar ceklis dari data Register ibu bersalin. Data dianalisis menggunakan uji chi square dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil: Berdasarkan Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat ibu bersalin dengan preeklamsia berat sebanyak 85 sampel (28,8%), ibu bersalin yang melahirkan bayi BBLR sebanyak 70 sampel (23,7%) dengan p value 0,512 sedangkan ibu bersalin yang melahirkan bayi asfiksia neonatorum sebanyak 74 sampel (25,1%) dengan p value 0,000. Kesimpulan: Hasil penelitian ini menunjukkan tidak ada hubungan pre eklamsia berat pada ibu bersalin dengan kejadian BBLR (p value 0,512) dan terdapat hubungan pre eklamsia berat pada ibu bersalin dengan dengan kejadian asfiksia neonatorum (p value 0,000) di RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh Tahun 2023.

References

Andriani, R., Pratiwi Rahmadhani, S., & Medika, A. (2022). Hubungan Karakteristik Ibu Dengan Kejadian Preeklampsia Pada Ibu Hamil. https://doi.org/10.3672 Ahadiyah Zuraida. (2021). Hubungan Faktor Risiko Terhadap Kejadian Preeklampsia Pada Ibu Bersalin.

Baiq, R. A., & Aryani, N. P. (2022). Buku Ajar Asuhan Kebidanan Pada Neonatus, Balita, Dan Anak Prasekolah. Pekalongan: PT. Nasya Expanding Management.

Bobak, I. M., Lowdermilk, D. L., & Jensen, M. D. (2017) Buku Ajar Keperawatan Maternitas. Jakarta: EGC.

Deswita, Wahyuni, E., & Wahyu, W. (2023). Sistem Pernafasan Akut Pada Bayi Dengan Asfiksia Neonatorum (N. Duniawati (ed.)). Jawa Barat: CV. Adanu Abimata.

Kalam, C., Wagey, F. W., & Mongan, S. (2016). Luaran Ibu dan Perinatal pada Kehamilan dengan Preeklampsia Berat.

Kemenkes R1. (2019). Profil Kesehatan Indonesa 2019. In KementrianKe sehatan Republik Indonesia. Retrieved from https://pusdatin.kemkes.go.id/resources/download/pusdatin/profil-kesehatan-indonesia/Profil-Kesehatan-indonesia-2019.pdf

Kemenkes RI. (2020). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2020. Jakarta: Kementeria Kesehatan Republik Indonesia.

Prawirohardjo, S. (2020). Ilmu Kebidanan. Jakarta : PT. Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.

Putra, A. N. E., Hasibuan, H. S., & Fitriyati, Y. (n.d.). Hubungan persalinan preterm pada pre eklamsia berat dengan fetal outcome di Rsu islam harapan Anda Tegal. In JKKI(Vol. 6, Issue 3).

Riyanto, A. (2017). Aplikasi Metodologi Penelitian Kesehatan. Yogyakarta: Nuha Medika.

Rukiyah, A. Y. (2013). Asuhan Kebidanan I. Jakarta: Trans Info Media.

Downloads

Published

2025-01-20

How to Cite

Setiyanigsih, K. N., Zakiah, Z., Prihatanti, N. R., & Hapisah, H. (2025). Hubungan Preeklamsia Berat Pada Ibu Bersalin Dengan Kejadian BBLR Dan Asfiksia Neonatorum Di RSUD Dr. H Moch Ansari Saleh Banjarmasin Tahun 2023 . Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa, 1(8), 1361–1369. https://doi.org/10.59837/jpnmb.v1i8.249

Issue

Section

Articles