Hubungan Pemberian Asi Eksklusif, Pengetahuan Gizi, Pendapatan Keluarga, Pola Makan, Dan Penyakit Infeksi Dengan Kejadian Weight Faltering (Studi di Wilayah Kerja Puskesmas Sei Mesa Banjarmasin)
DOI:
https://doi.org/10.59837/jpnmb.v1i10.360Keywords:
weight faltering, ASI eksklusif, pengetahuan, pendapatan keluarga, pola makan, riwayat penyakit infeksiAbstract
Pemerintah Indonesia menetapkan stunting sebagai isu prioritas nasional. Kejadian stunting dimulai kenaikan berat yang tidak sesuai dengan target, atau "weight faltering". Efek jangka pendek dari weight faltering adalah terganggunya respon imun, terhambatnya pertumbuhan kognitif, fisik, dan psikomotor, masalah perilaku, kesulitan belajar, dan kematian bayi. Wilayah Puskesmas di Kota Banjarmasin yang prevalensi weight faltering nya paling tinggi adalah Puskesmas Sei Mesa sebesar 49,05%, lebih tinggi dibandingkan angka nasional sebesar 37,85%. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara pemberian ASI eksklusif, pengetahuan gizi, pendapatan keluarga, pola konsumsi, dan riwayat infeksi terhadap weight faltering pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Sei Mesa Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan penelitian observasional dengan rancangan cross sectional. Pengumpulan data merupakan data primer dengan menggunakan metode purposive sampling dengan jumlah 97 orang responden dari total populasi 893 orang. Analisis data menggunakan uji Chi-Square.Hasil penelitian didapatkan sebanyak 45 orang balita (46,4%) mengalami weight faltering, 60 orang balita (6 1,86%) tidak mendapatkan ASI eksklusif, 94 orang ibu balita (96,90%) pengetahuan gizinya baik, 53 orang (54,64%) memiliki pendapatan keluarga rendah, 63 orang balita (64,94%) memiliki pola makan baik, dan 76 orang balita (78,35%) tidak menderita penyakit infeksi dalam 3 bulan terakhir. Kesimpulan ada hubungan antara pemberian ASI, pendapatan keluarga, pola makan, dan riwayat penyakit infeksi dengan kejadian weight faltering. Namun, tidak ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan gizi dengan kejadian weight faltering. Perlunya peningkatan pengetahuan dan perbaikan pola makan agar kejadian weight faltering dapat dicegah dan ditanggulangi sejak dini. Bagi peneliti selanjutnya hendaknya dapat melakukan penelitian lanjutan dengan menambahkan variabel lainnya
References
Apriani, L.A. et al. (2024) “Edukasi Memasak MPASI yang bergizi pada Ibu yang Memiliki Balita Weight Faltering,” 8(3), hal. 1–6.
Azizah, S.D. et al. (2022) “Modul pelatihan food safety management system ISO 22000:2018 bagi ahli gizi di fasilitas pelayanan penyedia makanan,” MPD 1 Kebijakan Sistem Manajemen Keamanan Pangan Institusi Penyelenggara makanan, hal. iii–28.
Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin (2023) Data Balita Bermasalah Sumber EPPGBM Kota Banjarmasin. Banjarmasin.
Direktorat Gizi KIA (2023) “Tata Laksana Balita Bermasalah Gizi,” Webinar Series 1: PMT Berbahan Pangan Lokal Bagi Ibu Hamil dan Balita [Preprint].
Erika, E., Sari, Y. dan Hajrah, W.O. (2020) “Kejadian Wasting pada Balita Usia 6-59 Bulan,” Jurnal Bidan Cerdas, 2(3), hal. 154–162. doi:10.33860/jbc.v2i3.110.
Handayani, S., Kapota, W.N. dan Oktavianto, E. (2019) “Hubungan Status Asi Eksklusif Dengan Kejadian Stunting Pada Batita Usia 24-36 Bulan Di Desa Watugajah Kabupaten Gunungkidul,” Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan, 14(4), hal. 287. doi:10.35842/mr.v14i4.226.
Hasanah (2021) “Hubungan Pendidikan Orang tua, Riwayat Penyakit Infeksi dan Tingkat Konsumsi Energi dan Protein terhadap Kejadian Stunting pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Guntung Manggis Banjarbaru,” 19(5), hal. 1–23.
Hasibuan, T.P. dan Siagian, M. (2020) “Hubungan Pola Makan Dengan Status Gizi Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Sering Lingkungan Vii Kelurahan Sidorejo Kecamatan Medan Tembung Tahun 2019,” Jurnal Kebidanan Kestra (Jkk), 2(2), hal. 116–125. doi:10.35451/jkk.v2i2.229.
Irma Yunawati, S.K.M., M.P.H. et al. (2023) Penilaian Status Gizi. Purbalingga: Eureka Media Aksara.
Jayden McAlpine, Diane Kearmy Nielsen, Jacqueline Lee, and B.M.L. (2019) “Growth Faltering: The New and the Old OPEN ACCESS Citation,” Clinics in Pediatrics, 2, hal. 1012.
Kemenkes RI (2020) Buku Saku Pencegahan dan Tata Laksana Gizi Buruk Pada Balita di Layanan Rawat Jalan Bagi Tenaga Kesehatan, Kemenkes RI: Jakarta.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (2020) Pedoman Pelayanan Antenatal, Persalinan, Nifas, dan Bayi Baru Lahir. Jakarta.
Kementerian Kesehatan RI (2019) Pemberian Makanan Bayi dan Anak (PMBA), Kemenkes.
Kopa, M.T.A.I., Togubu, D.M. dan Syahruddin, A.N. (2021) “Hubungan Pola Pemberian MPASI dengan Status Gizi Anak Usia 6-24 Bulan di Kabupaten Pangkep,” Al Gizzai: Public Health Nutrition Journal, 1(2), hal. 103–110. doi:10.24252/algizzai.v1i2.22176.
Lestari, P. (2020) “Hubungan Pengetahuan Gizi, Asupan Makanan dengan Status Gizi Siswi Mts Darul Ulum,” Sport and Nutrition Journal, 2(2), hal. 73–80. doi:10.15294/spnj.v2i2.39761.
Masluroh (2023) “Hubungan Tingkat Pendapatan Keluarga dan Pola Asuh Orangtua dengan Status Gizi Anak Balita di Desa Sepatan Kelurahan Sepatan Kabupaten Tangerang Banten Tahun 2022,” Jurnal Keperawatan Muhammadiyah, 8(3), hal. 2023.
Munadi, A., Abdurrachim, R. dan Hariati, N.W. (2022) “Hubungan Tingkat Pengetahuan Gizi Ibu, Pendapatan Keluarga, dan Berat Badan Lahir Rendah Dengan Kejadian Stunting Pada Balita,” Jurnal Riset Pangan dan Gizi, 4(1), hal. 1–8.
Nafiati, D.A. (2021) “Revisi taksonomi Bloom: Kognitif, afektif, dan psikomotorik,” Humanika, 21(2), hal. 151–172. doi:10.21831/hum.v21i2.29252.
National Guideline Alliance (UK) (2017) Faltering Growth – recognition and management, Faltering Growth – recognition and management.
Nilasari (2023) Gambaran Asupan, Penyakit Infeksi, dan Kejadian Wasting pada Anak Balita Usia 24-59 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Pacellekang Kabupaten Gowa. Universitas Hasanuddin Makassar.
Notoatmodjo, S. (2014) Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan. Edisi revisi. Jakarta: Rineka Cipta.
Novanti, D.I. (2019) “Uji Aktivitas Antibakteri Jamur Endofit Mfr-01 Yang Diisolasi Dari Tumbuhan Inang Nagasari (Mesua ferrea, L.) Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus DAN Escherchia coli,” Skripsi, hal. 1–64.
Nurti, T., Sari, L.A. dan Murtiyarini, I. (2020) “Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Risiko Gagal Tumbuh Pada Anak Usia > 6-24 Bulan di Puskesmas Kenali Besar Kota Jambi Tahun 2016,” Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi, 20(3), hal. 961. doi:10.33087/jiubj.v20i3.1083.
Pusdiklat KKB (2021) Modul Pendampingan Keluarga bagi Calon Pengantin, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional.
Rakasiwi, L.S. (2021) “Pengaruh Faktor Demografi dan Sosial Ekonomi terhadap Status Kesehatan Individu di Indonesia,” Kajian Ekonomi dan Keuangan, 5(2), hal. 146–157. doi:10.31685/kek.v5i2.1008.
Sitti Dewi Rahmayanti, Shelliyana Dewi, H.F. (2020) “Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Ibu Tentang Gizi Dengan Kejadian Stunting Pada Anak Usia 2-4 Tahun Di RW 04 dan RW 07 Kelurahan Cigugur Tengah,” Jurnal Kesehatan Kartika, 15(2), hal. 15–24.
Theresa, S. et al. (2024) “Pencegahan Balita Weight Faltering untuk Mencegah Terjadinya Stunting dengan Pemberdayaan Ibu Balita untuk Membuat Makanan Pendamping ASI yang Berkualitas di Kelurahan Karangrejo Kabupaten Banyuwangi,” Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI), 4(3), hal. 587–594.
Wahyu, A. (2019) Pendapatan dan Pengeluaran Keluarga. Yogyakarta: Yudistira.
Warastuti, D. dan Muslim, S.N. (2021) “Perbedaan Pengetahuan, Motivasi, dan Pekerjaan Ibu dalam Pemberian ASI di Desa Kembangkuning Kabupaten Bogor Provinsi Jawa Barat 2019,” Jurnal Ilmiah Kesehatan dan Kebidanan, 10(1), hal. 3.
Zuhroh, F. (2022) Pemberian ASI Eksklusif dan Faktor yang Mempengaruhinya di Wilayah Kerja Puskesmas Paal X Tahun 2022, Universitas Jambi.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Amalia Haqueena, Nurhamidi Nurhamidi, Aprianti Aprianti, Yasir Farhat

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.






