Analisis Waktu Pelaksanaan Proyek Pembangunan Jembatan Wai Pulu di Desa Ulahahan Kecamatan Telutih Kabupaten Maluku Tengah
DOI:
https://doi.org/10.59837/jpnmb.v1i10.364Keywords:
Critical Path Method (CPM), crashing project, optimasi waktu, percepatan proyekAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan metode Critical Path Method (CPM) dan Crashing Project pada proyek Pembangunan Jembatan Wai Pulu di Desa Ulahahan, Kecamatan Telutih, Kabupaten Maluku Tengah. Dalam penelitian ini, fokus utama adalah identifikasi jalur kritis dalam proyek dan pengoptimalan durasi proyek menggunakan metode Crashing Project untuk mengurangi waktu pelaksanaan yang terhambat oleh berbagai faktor, seperti perubahan desain, cuaca, serta ketidaksempurnaan dalam pengelolaan material, pekerja, dan peralatan. Melalui analisis metode CPM diketahui jalur kritis pekerjaan antara lain Mobilisasi, Timbunan pilihan dari sumber galian, Pembersihan dan pengelupasan lahan, Pemotongan pohon pilihan diameter 30-50 cm, lapis pondasi agregat kelas A, Lapis resap pengikat – aspal cair/emulsi, Lapis perekat aspal cair/emulsi, Beton struktur fc’ 30 MPa (sedikit perancah), Beton struktur memadat sendiri fc’ 30 MPa, Baja tulangan sirip BJTS 420B, Pemasangan jembatan rangka baja standart panjang (60x5) m kelas A, Pondasi cerucuk kayu Ø 8-10 cm, penyediaan dan pemancangan, Penyediaan tiang pancang baja diameter 600 mm dengan tebal 12 mm, Pemancangan tiang pancang baja diameter 600 mm, Pengujian Pembebanan, dinamis jenis PDLT pada tiang ukuran diameter 600 mm, Pasangan batu, Pasangan batu kosong, Bronjong dengan kawat yang dilapisi galvanis, Sambungan siar tipe asphaltic plug, fixed. Dari hasil jalur kritis digunakan lagi Metode Crashing dengan perhitungan penambahan jam kerja diperoleh crash durasi 390 hari dari waktu normal 546 hari dengan selisi 156 hari sedangkan total biaya crash cost Rp. 22.400.630.141,- dari biaya normal Rp. 18.584.226.487,- dengan selisi Rp. 3.816.403.654,-.
References
Dannyanti, E. (2010). Optimalisasi pelaksanaan proyek dengan metode Pert dan CPM (Studi kasus Twin Tower Building Pasca Sarjana Undip). Tugas Akhir. Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro.
Grace, Y. Malingkas, Tisano, T. J., Arsjad, H., & Tarore, H. (2013). Menganalisis sensitivitas keterlambatan durasi proyek dengan metode CPM. Jurnal Sipil Statik, 1(9), 603-607. https://media.neliti.com/media/publications/129579-ID-menganalisis-sensitivitas-keterlambatan.pdf
Kusnadi, E. (2012). Activity Network Diagram (Bagian Kedua) – Prosedur Penjadwalan Proyek. Diakses pada 2 Juni 2020, dari https://eriskusnadi.com/2012/03/18/activity-network-diagram-part-2/
Malik, P. (2020). Finish to Finish Relationship in Project Management – Definition & Examples. Diakses pada 2 Juni 2020, dari https://www.pmbypm.com/finish-to-finishrelationship/
Mayasulistia. (2011). Penerapan metode CPM pada proyek konstruksi (Studi kasus pembangunan gedung baru kompleks Eben Haezar Manado). Jurnal Sipil Statik, 4(9), 551-558.
Miftahul, K. (2014). Manajemen proyek Crashing Project. Jurnal Sipil Statik, 1(3), 450-475. https://id.scribd.com/doc/195580404/Manajemen-Proyek-Crashing-Project
Nandanwar, M. (2020). Application of Crashing and CPM Network in Gym Construction at Thakurli: A Mathematical Approach by Operational Research. UGC Care Journal, 40.
Ningrum, F. G. A. (2017). Penerapan metode crashing dalam percepatan durasi proyek dengan alternatif penambahan jam lembur dan shift kerja (Studi Kasus: Proyek Pembangunan Hotel Grand Keisha, Yogyakarta). Jurnal Matriks Teknik Sipil, 583-591.
Nugroho, S. R. (2019). Analisis percepatan proyek menggunakan metode crashing dengan penambahan jam
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Jessy Michael Malawauw, Octovianus Jamlaay, Tonny Sahusilawane

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.






