Pemanfaatan Chinampas sebagai Rehabilitasi Bentuk Lain untuk Lubang Bekas Tambang Batubara
DOI:
https://doi.org/10.59837/jpnmb.v1i12.429Keywords:
pertanian tradisional, pemulihan void lingkungan tambang, kearifan lokal, ketahanan panganAbstract
Aktivitas pertambangan di Kalimantan Timur meninggalkan persoalan lingkungan berupa lubang-lubang bekas tambang batubara yang tersebar luas dan belum termanfaatkan secara produktif. Artikel ini mengeksplorasi sistem pertanian tradisional chinampas dari Meksiko sebagai pendekatan alternatif dalam pengelolaan lahan terdegradasi. Metode studi pustaka digunakan untuk mengkaji potensi adaptasi chinampas dalam konteks ekologi dan sosial Kalimantan Timur, khususnya dalam kaitannya dengan ketahanan pangan dan pemulihan fungsi lahan. Hasil kajian menunjukkan bahwa teknik pertanian berbasis air dan bahan organik dalam sistem chinampas memiliki relevansi tinggi sebagai solusi pemulihan lahan dan peningkatan ketersediaan pangan secara lokal. Selain itu, pemanfaatan lubang bekas tambang sebagai lahan terapung juga berpotensi menekan laju deforestasi yang kerap dilakukan untuk membuka lahan pertanian baru. Kajian ini turut menyoroti hasil penelitian terkini mengenai pengelolaan air asam tambang menjadi air layak pakai, yang membuka peluang pemanfaatan void tambang tidak hanya untuk pertanian terapung, tetapi juga sebagai sumber air bersih yang mendukung keberlanjutan ekosistem pascatambang.
References
Alam, K., & Chowdhury, M. A. T. (2018). Floating Vegetable Gardening (FVG) as a Sustainable Agricultural System in Bangladesh: Prospects for Kaptai Lake, Rangamati, Chittagong Hill-Tracts.
Ika, E. R. (2022). Optimalisasi sumber daya pertanian Indonesia untuk mendukung program ketahanan pangan dan energi nasional. Jurnal Ketahanan Nasional, 28(1), 82–100.
Jaringan Advokasi Tambang (JATAM). (2021, November 5). Ditengah pembahasan konferensi Iklim COP 26, Jatuh lagi Korban Lubang Tambang ke 40. https://jatam.org/id/lengkap/ditengah-pembahasan-konferensi-iklim-cop-26-jatuh-lagi-korban-lubang-tambang-ke-40
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. (2015). Peraturan Gubernur Kalimantan Timur Nomor 38 Tahun 2015 tentang Petunjuk Pelaksanaan Reklamasi dan Revegetasi Lahan serta Penutupan Lubang Tambang Batu Bara di Provinsi Kalimantan Timur.
Rey-Hernandez, C., & Bobbink, I. (2022). Chinampas agriculture and settlement patterns: The contemporary relevance of Aztec floating gardens. Blue Papers, 1(2), 90–99.
Sari, A. S., Cahyono, Y. D. G., & Kobba, A. P. P. (2024). Pengelolaan air asam tambang (acid mine drainage) menjadi sumber air bersih di PT Bukit Asam Tbk (Studi kasus IUP Banko Barat). Jurnal Inovasi Pertambangan dan Lingkungan, 4(2), 71–77. https://doi.org/10.15408/jipl.v4i2.42497
The Archaeologist. (n.d.). ‘Chinampas’: The ancient Aztec floating gardens that hold promise for future urban agriculture. https://www.thearchaeologist.org/blog/chinampas-the-ancient-aztec-floating-gardens-that-hold-promise-for-future-urban-agriculture
Widodo, W. S., Supangkat, G., & Mulyono. (2022). Pendampingan Sekolah Lapang Teknologi Padi Apung pada Lahan Gambut di Desa Muhuran, Kota Bangun, Kutai Kartanegara. BAKTIMU: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(2), 225–242.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Filipus Nainggolan, Izzah Vitaloca, Ziyan Azkiya, Sayid Ferhat Hasyim, Ach Subli, M. Bahri Arifin

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.






