Pengaruh Pola Asuh, Fasilitas Kesehatan Dan Sanitasi Lingkungan Terhadap Stunting Di Puskesmas Selat Kabupaten Kapuas

Authors

  • Eddy Yushuf Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pancasetia, Banjarmasin, Indonesia
  • Ernawati Ernawati Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pancasetia, Banjarmasin, Indonesia
  • Dahliana Iskandar Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pancasetia, Banjarmasin, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.59837/jpnmb.v2i1.432

Keywords:

stunting, pola asuh, pelayanan-kesehatan, sanitasi-lingkungan, balita

Abstract

Stunting merupakan salah satu permasalahan gizi kronis yang masih menjadi tantangan serius di Indonesia, termasuk di wilayah kerja Puskesmas Selat, Kabupaten Kapuas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pola asuh, pelayanan kesehatan, dan sanitasi lingkungan terhadap kejadian stunting pada balita. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain eksplanatori. Data diperoleh melalui kuesioner kepada orang tua dari 60 balita stunting. Analisis data dilakukan dengan pendekatan statistik inferensial menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan variabel pola asuh, pelayanan kesehatan, dan sanitasi lingkungan berpengaruh signifikan terhadap kejadian stunting. Secara parsial, pola asuh dan sanitasi lingkungan menunjukkan pengaruh signifikan, sedangkan pelayanan kesehatan tidak berpengaruh secara signifikan. Di antara ketiga variabel, pola asuh merupakan faktor yang paling dominan dalam memengaruhi kejadian stunting. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan intervensi edukatif dan promotif kepada orang tua mengenai praktik pengasuhan yang tepat, peningkatan kualitas lingkungan sanitasi, serta perbaikan akses dan mutu pelayanan kesehatan sebagai upaya percepatan penurunan stunting di daerah tersebut.

References

Adpriyadi dan Sudarto, (2019). Pola Asuh Orang Tua dan Implikasinya terhadap Pendidikan Anak Usia Dini pada Suku Dayak Inggar. Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, Volume 10 (2) : 131

Ainy. (2020) Hubungan Pengetahuan, Sikap, dan Penyakit Infeksi dengan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 24 - 59 Bulan

Apriluana & Fikawati, (2018) Analisis Faktor-Faktor Risiko terhadap Kejadian Stunting pada Balita 0-59 Bulan di Negara Berkembang dan Asia Tenggara

Arikunto, S. (2019) Prosedur Penelitian, Jakarta : Rineka Cipta

Candra, A. (2020) Epidemiologi Stunting. Published Online 2020

Kuewa, Y., Sattu, M., Otoluwa, A. S., Lalusu, E. Y., & Dwicahya, B. (2021). Hubungan Sanitasi Lingkungan dengan Kejadian Stunting pada Balita Di Desa Jayabakti Tahun 2021: The relationship between environmental sanitation and the incidence of stunting in toddlers in Jayabakti village in 2021. Jurnal Kesmas Untika Luwuk: Public Health Journal, 12(2).

Zogara, A. U., & Pantaleon, M. G. (2020). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 9(02), 85-92.

Putri, M. R. (2019). Hubungan pola asuh orangtua dengan status gizi pada balita di wilayah kerja puskesmas bulang kota batam. Jurnal Bidan Komunitas, 2(2), 96.

Downloads

Published

2025-06-01

How to Cite

Yushuf, E., Ernawati, E., & Iskandar, D. (2025). Pengaruh Pola Asuh, Fasilitas Kesehatan Dan Sanitasi Lingkungan Terhadap Stunting Di Puskesmas Selat Kabupaten Kapuas. Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa, 2(1), 5–15. https://doi.org/10.59837/jpnmb.v2i1.432

Issue

Section

Articles