Peranan Budaya dalam Mengurangi Dampak Penggunaan Pestisida Berlebihan Terhadap Kualitas Sumberdaya Alam Pada Wilayah Perairan
DOI:
https://doi.org/10.59837/jpnmb.v2i1.433Keywords:
budaya lokal, sumber daya alam, kearifan lokal, pertanian berkelanjutan, pestisidaAbstract
Penggunaan pestisida berlebihan dalam sektor pertanian telah menimbulkan degradasi terhadap kualitas sumber daya alam, seperti tanah, air, dan keanekaragaman hayati. Namun, di sejumlah wilayah, nilai-nilai budaya lokal terbukti mampu mengurangi ketergantungan terhadap pestisida kimia melalui praktik tradisional dan kearifan lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran budaya dalam mengatasi dampak negatif pestisida berlebihan terhadap lingkungan. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kualitatif dengan studi literatur pendekatan etnografi pada beberapa komunitas adat di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa norma sosial, kepercayaan lokal, serta praktik pertanian organik berbasis budaya memiliki kontribusi signifikan dalam menjaga kualitas sumber daya alam. Budaya bukan hanya sistem nilai, tetapi juga instrumen ekologis dalam mitigasi dampak lingkungan. Penelitian ini merekomendasikan penguatan pendekatan berbasis budaya dalam kebijakan pertanian berkelanjutan.
References
Amalia, Z., & Furqan, M. H. (2024). Kearifan Lokal Masyarakat Gayo Dalam Budidaya Kopi. Jurnal Pendidikan Geosfer, 9(1.1), 179-187.
Aridawati, I. A. P. (2020). Makna Ritual Budaya Pertanian Yang Berkaitan Dengan Leksikon Bidang Persawahan Pada Masyarakat Bali. Kamaya: Jurnal Ilmu Agama, 3(3), 384-402.
Aryani, D., & Wahyuningsih, S. (2021). Pollution of Pesticide Residues in Rivers : Literatur Review. Jurnal Ilmu Perikanan dan Sumberdaya. Jurnal Ilmu Perikanan Dan Sumberdaya, 10(1), 979–993.
Atifah, Y., Lubis, M., Lubis, L. T., & Maulana, A. (2019). Pencemaran Pestisida pada Sungai Batang Gadis, Mandailing Natal, Sumatera Utara. Bioedu Science: Jurnal Pendidikan Biologi Dan Sains, 3(2), 100–105.
Erawati, A. (2023). Efikasi ekstrak air dan pupuk organik cair daun kelor (moringa oleifera) terhadap patogen alternaria solani secara in vitro dan in vivo. Agrikultura, 34(2), 185.
Hidayat, B. A., Faturohim, A., & Akbar, A. Kearifan Lokal “Segelurung” Sebagai Inovasi Untuk Mendukung Kebijakan Ketahanan Pangan Di Pedesaan. Jurnal Kebijakan Perikanan Indonesia, 15(2), 93-103.
Isman, M. B. (2017). Botanical insecticides in the twenty-first century: Opportunities and constraints. Pest Management Science, 58(5), 131-139.
Jamin, & Erlangga. (2016). The Effects of organophosphate insecticide on tilapia (Oreochromis niloticus, Bleeker): histology analysis of liver and gills. Acta Aquatica, 8(8), 98–102.
Kasim, H. (2020). Dampak Penggunaan Pestisida terhadap Kesehatan dan Lingkungan. Jurnal Lingkungan dan Kesehatan, 12(1), 45-55.
Khoirunisa, H., & Kurniawati, F. (2019). Penggunaan Drone dalam Mengaplikasikan Pestisida di Daerah Sungai Besar , Malaysia. Jurnal Pusat Informasi Masyarakat, 1(1), 87–91.
Ullah, S., & Zorriehzahra, M. J. (2015). Ecotoxicology: A Review of Pesticides Induced Toxicity in Fish. Advances in Animal and Veterinary Sciences, 3(1), 40–57.
Widianto, M. (2019). Pengaruh Pestisida terhadap Keberagaman Hayati di Indonesia. Jurnal Ekologi, 9(2), 78-85.
World Health Organization & Food and Agriculture Organization. (2020). Health risks associated with pesticide exposure. WHO and FAO Joint Report.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Angga Rinaldy Wijaya, Devi Nurmala, Maria C. L. Hutapea, Khairul Sudirman, M. Bahri Arifin

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.






