Analisis Risiko Musculoskeletal Disorders pada Pekerja Penganyaman Kerajinan Purun di Kabupaten Hulu Sungai Utara
DOI:
https://doi.org/10.59837/jpnmb.v2i1.442Keywords:
nordic body map, penyakit akibat kerja, kerajinan tangan, ergonomiAbstract
Work-Related Musculoskeletal Disorders (WRMSDs) adalah gangguan atau cedera pada otot, tendon, ligamen, saraf, sendi, atau struktur muskuloskeletal lainnya yang disebabkan atau diperburuk oleh aktivitas kerja. Sama halnya dengan kerajinan tangan lainnya, penganyaman purun memiliki karakteristik yang serupa, diantaranya posisi duduk dan menunduk dalam waktu yang lama, gerakan repetitif pada anggota tubuh, serta memerlukan koordinasi mata dan tangan yang baik. Tuntutan pekerjaan dalam upaya untuk mencapai produktivitas maksimum, dapat menghabiskan waktu yang lama dalam posisi yang tidak sesuai. Paparan karakteristik kerja tersebut memberikan beban yang berlebihan pada sistem muskuloskeletal tubuh, dan dalam jangka panjang dapat menyebabkan WRMSD. Penelitian bertujuan untuk memetakan dan mengetahui tingkat risiko MSDs pada pekerja penganyaman pururn di Kabupaten Hulu Sungai Utara menggunakan alat ukur Nordic Body Map (NBM). Hasil penelitian ini menunjukkan pekerja memiliki risiko MSDs
References
Adiyanto, O., Mohamad, E., Jaafar, R., Ma’ruf, F., Faishal, M., & Anggraeni, A. (2022). Application of Nordic Body Map and Rapid Upper Limb Assessment for Assessing Work-related Musculoskeletal Disorders: A case study in Small and Medium Enterprises. International Journal of Integrated Engineering, 14(4), 10–19. https://doi.org/10.30880/ijie.2022.14.04.002
Aprianto, B., Fajar Hidayatulloh, A., Zuchri, F. N., Seviana, I., & Amalia, R. (2021). Faktor Risiko Penyebab Musculoskeletal Disorders (Msds) pada Pekerja: A Systematic Review. 2(2).
Bintang, A. N., & Dewi, S. K. (2017). Analisa Postur Kerja Menggunakan Metode OWAS dan RULA. Jurnal Teknik Industri, 18(1), 43–54. https://doi.org/10.22219/jtiumm.vol18.no1.43-54
Budiman, A., Husaini, H., & Arifin, S. (2016). Hubungan antara Umur dan Indeks Beban Kerja dengan Kelelahan pada Pekerja di PT. Karias Tabing Kencana. Jurnal Berkala Kesehatan, 1(2), 121–129.
Das, D., Kumar, A., & Sharma, M. (2020). A systematic review of work-related musculoskeletal disorders among handicraft workers. International Journal of Occupational Safety and Ergonomics, 26(1), 55–70. https://doi.org/10.1080/10803548.2018.1458487
Fauzi, I. B., & Priyonoadi, B. (2018). Klasifikasi dan Pemahaman Penanganan Cedera pada Saat Latihan Menari. Medikora Jurnal Ilmiah Kesehatan Olahraga, 17(1), 44–53. https://doi.org/https://doi.org/10.21831/medikora.v17i1.23494
Fikar, F. N., Suroto, S., & Widjasena, B. (2017). Hubungan Indeks Massa Tubuh, Durasi Kerja, dan Beban Kerja Fisik terhadap Kebugaran Jasmani Karyawan Konstruksi di PT. X. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 5(1), 2356–3346. http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/jkm
Goalbertus, G., & Putri, M. B. (2022). Hubungan Kebiasaan Olahraga, Jenis Kelamin, dan Masa Kerja dengan Keluhan Musculoskeletal Disorders Mahasiswa Profesi Dokter Gigi. Jurnal Medika Hutama, 3(2), 2448–2456.
Handayani, S., Nefianthi, R., & Maulana, F. (2023). Nilai-Nilai Kearifan Lokal dalam Pengolahan Kerajinan Tas Purun (Lepironia Articulata) di Hulu Sungai Utara. Prosiding Seminar Nasional MIPATI, 2(1).
Joseph, G., & Sumampouw, O. J. (2022). Hubungan antara Posisi Kerja dan Usia dengan Keluhan Muskuloskeletal pada Nelayan. Health Care : Jurnal Kesehatan, 11(1), 34–42.
Krismanto, R., & Hidayat, A. N. (2022). Identifikasi Resiko Ergonomi Dengan Metode Nordic Body Map Terhadap Operator Final Inspection Di PT. JKLM. 1(1), 589.
Made, N., Dewi, W., Wahyuni, N., Putu, L., & Sundari, R. (2019). Hubungan Posisi Kerja terhadap Keluhan Nyeri Leher Non-Spesifik pada Pekerja Laundry di Kota Denpasar. Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia, 7(1), 10–14.
Mahmood, W., Bashir, M. S., Ehsan, S., & Qureshi, M. A. (2021). Upper extremity musculoskeletal disorders and exposure to ergonomic risk factors among handicraft workers t. Pakistan Journal of Medical Sciences, 37(2), 1–5. https://doi.org/10.12669/pjms.37.2.749
Maria, G. A. R. (2020). Adaptasi Kelompok Usia Produktif saat Pandemi Covid-19 Menggunakan Metode Reality Therapy S. Kolaborasi Resolusi Konflik, 2(2), 142–149. https://infeksiemerging.kemkes.go.id/
Mongkareng, E. R., Kawatu, P. A. T., & Maramis, F. R. R. (2018). Hubungan antara Masa Kerja dan Posisi Kerja dengan Keluhan Musculoskeletal pada Pekerja Pembuat Babi Guling di Kelurahan Kolongan Kota Tomohon. Jurnal KESMAS, 7(5), 1–9.
Nofirza, N., & Hermayu, S. A. (2016). Usulan Perbaikan Postur Dan Fasilitas Kerja Menggunakan Plibel Checklist Dan Quick Exposure Check (Qec) (Studi Kasus: Home Industry Pembuatan Tahu Kusnadi). Seminar Nasional Teknologi Informasi, Komunikasi Dan Industri (SNTIKI), 2(4), 379–387.
Nurshabrina, P. A., Andarini, D., Idris, H., & Anggraeni, R. (2023). Faktor Risiko yang Mempengaruhi Penyakit Musculoskeletal Disorders (MSDs) pada Pekerja : Literature Review. Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat, 2(3), 163–174. https://jurnalkesmas.co.id/index.php/jlkm
Setyowati, D. L., & Fathimahhayati, L. D. (2021). Sikap Kerja Ergonomis Mengurangi pada Pengrajin Manik-Manik. Insan Cendikia Mandiri.
Yuliani, R., Kadir, K., Hamdani, H., & Yasin, M. (2022). Strategi Pengembangan Pengrajin Purun Berbasis Daya Saing (R. Rubiati, Ed.; 1st ed.). CV. Banyubening Cipta Sejahtera.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Noor Mika Hayati, Nungki Marlian Yuliadarwati

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.






