Teknik Sinematografi Dalam Film Women From Rote Island Dalam Memvisualisasi Aspek Feminisme
DOI:
https://doi.org/10.59837/jpnmb.v2i2.490Keywords:
sinematografi, feminisme, representasi, film Indonesia, perempuanAbstract
Penelitian ini membahas bagaimana teknik sinematografi dalam film Women from Rote Island digunakan untuk memvisualisasikan aspek-aspek feminisme. Film ini menampilkan perempuan sebagai subjek utama yang hidup dalam tekanan struktur sosial patriarkal, namun tetap memiliki kekuatan dan agensi. Melalui analisis visual terhadap elemen sinematografi seperti framing, pencahayaan, gerak kamera, ruang, dan palet warna, penelitian ini menunjukkan bahwa bahasa visual film mampu merepresentasikan pengalaman batin, tekanan sosial, dan bentuk perlawanan tokoh perempuan. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan untuk menelaah bagaimana sinematografi tidak hanya mendukung narasi, tetapi juga menjadi sarana penyampaian kritik sosial dan wacana feminisme dalam sinema Indonesia. Temuan ini memperlihatkan bahwa film dapat menjadi ruang penting bagi representasi perempuan, khususnya dari wilayah terpinggirkan, dan membuka peluang untuk penelitian lanjutan mengenai elemen sinematik lain yang turut memperkuat narasi feminis.
References
Astuti, R. D. (2020). Feminisme postmodern dalam representasi perempuan di film Indonesia kontemporer. Jurnal Ilmu Komunikasi, 10(2), 123–137.
Edison, E., Anwar, Y., & Komariyah, I. (2016). Manajemen Sumber Daya Manusia: Strategi dan Perubahan dalam Rangka Meningkatkan Kinerja Pegawai dan Organisasi. Bandung: Alfabeta. Diakses dari: https://opac.perpusnas.go.id/DetailOpac.aspx?id=985684#
IDN Times. (2023). Rahasia Sinematografi Women from Rote Island, Banyak Long Take!. Diakses pada 19 Mei 2025 dari: https://www.idntimes.com/hype/entertainment/erfah-nanda-2/rahasia-sinematografi-women-from-rote-island?utm_
Irianto, M. F. (2019). Implementasi good corporate governance dalam upaya mewujudkan akuntabilitas dan transparansi pengelolaan wakaf tunai: Studi Kasus Di Masjid At–Taqwa Kota Batu Jawa Timur (Skripsi). Fakultas Ekonomi. Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang.
Kaplan, E. A. (1983). Women and Film: Both Sides of the Camera. New York: Methuen.
Kusuma, L. R. (2017). Representasi Perempuan dalam Film Indie Indonesia: Studi Kasus Film Tabula Rasa. Jurnal Kajian Media, 5(1), 22–34.
Lestari, W. N. (2021). Analisis Sinematografi Film A Woman is the Other dalam Membangun Wacana Feminis. Jurnal Seni Media, 9(2), 66–78.
Mardiani, D. (2022). Sinematografi dan Suara Perempuan: Studi pada Film Perempuan Tanah Jahanam. Jurnal Perfilman Indonesia, 7(1), 45–59.
Mulvey, L. (1975). Visual pleasure and narrative cinema. Screen, 16(3), 6–18.
Mulyadi, M. (2011). Penelitian Kuantitatif Dan Kualitatif Serta Pemikiran Dasar Menggabungkannya Mohammad Mulyadi. Jurnal Studi Komunikasi Dan Media, 15(1), 127–138.
Ningsih, A. R. (2020). Representasi Perempuan dan Relasi Kuasa dalam Film Siti. Jurnal Kajian Budaya Visual, 3(2), 110–122.
Prasetyo, A. R. (2023). Strategi visual dalam sinema sosial Indonesia: Sinematografi dan representasi emosi. Jurnal Kajian Film Indonesia, 8(1), 45–60.
Putri, A. Y. (2022). Perempuan dan pinggiran: Wacana representasi gender dalam sinema Indonesia pasca-2010. Jurnal Gender & Media, 5(2), 88–102.
Rose, J. (2001). Feminism and Visual Culture: Practices and Politics. London: Routledge.
Uncaged Asia. (2023). Women from Rote Island unveils harrowing struggle of motherhood and patriarchy. Diakses pada 19 Mei 2025 dari: https://uncaged.asia/women-from-rote-island-unveils-harrowing-struggle-of-motherhood-and-patriarchy/?utm_
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Abel Andari Abel, Amelia Ryhfani Syahvila, Azizah Azizah, Rafly Baihaqi Iqbal, Muhammad Rifaldi Usnan, Muhammad Ali Mursid Alfathoni

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.






