Tinjauan Tingkat Kerusakan Jembatan Wai Tapan II Desa Morella, Kabupaten Maluku Tengah
DOI:
https://doi.org/10.59837/jpnmb.v2i2.503Keywords:
kerusakan jembatan, metode bridge manajemen system (BMS), kontruksi, infrastrukturAbstract
Jembatan adalah jenis konstruksi yang menghubungkan dua bagian jalan yang dibagi oleh hambatan seperti waduk, lembah dalam, sungai, saluran irigasi dan limbah, rel kereta api, dan lain-lain. Menentukan tingkat kerusakan jembatan adalah langkah awal yang penting dalam menjamin keandalan dan keamanan infrastruktur. Identifikasi ini memungkinkan untuk mengatur prosedur pemeliharaan yang diperlukan dan menentukan jembatan mana yang memerlukan perbaikan atau pemeliharaan yang tepat. Metode Bridge Manajemen System (BMS) digunakan pada penelitian ini untuk mengidentifikasi dan memberikan penilaian terhadap nilai kondisi jembatan, hasil dari pada penilaian jembatan akan digunakan untuk menentukan prosedur pemeliharaan yang dapat dilakukan pada jembatan. Hasil dari pada penelitian ini menunjukan bahwa terdapat beberapa kerusakan pada jembatan yaitu pada: Pelat injak dengan nilai kondisi 3 (sedang), Gelagar dengan nilai kondisi 3 (sedang), Sistem lantai dengan nilai kondisi 2 (baik), Sandaran dengan nilai kondisi 4 (rusak parah/buruk). Dan rekomendasi penangan berdasarkan penilaian kondisi yang telah dilakukan yaitu pada: Pelat injak dengan nilai kondisi (3) dilakukan rehabilitasi, Gelagar dengan nilai kondisi (3) dilakukan rehabilitasi, Sistem lantai dengan nilai kondisi (2) dilakukan pemeliharaan rutin, dan pada Sandaran dengan nilai kondisi (4) dilakukan penggantian.
References
Direktorat Jendral Bina Marga Departemen Pekerjaan Umum Republik Indonesia 1993, “Panduan Pemeriksaan Jembatan, Bridge Management System (BMS)”.
Infrastruktur Wilayah. (2018). ”Modul 5 Prosedur Pemeriksaan Inventarisasi Jembatan”. Diambil dari https://www.scribd.com/document/414713618/92513-Modul-5-Prosedur-Pemeriksaan-Inventarisasi-Jembatan
Kementrian PUPR. (2015). “Modul 2 Perbaikan Kerusakan Berdasarkan Bahan”. Diambil dari https://simantu.pu.go.id/epel/edok/2d370_Modul_2__Perbaikan_Kerusakan_Berdasarkan_Bahan.pdf
Kementrian PUPR. (2017). “Modul 2 Sistem Manajemen Jembatan”. Diambil dari https://simantu.pu.go.id/epel/edok/1a2c1_MODUL2_SISTEM_MANAJEMEN_JBT_FIX.docx.pdf
Kementrian PUPR. (2022). “No 01pbm2022 Pedoman Pemeriksaan Jembatan”. Diambil dari https://binamarga.pu.go.id/index.php/nspk/detail/no-01pbm2022-pedoman-pemeriksaan-jembatan
Luwis, H., dkk. (2015). Implementation of Bridge Management System on Interurban Bridges in Maluku Province
Pusat Pendidikan dan PelatihanJalan, Perumahan, Permukiman, danPengembangan Infrastruktur Wilayah. (2017). “Modul 6 Pemeriksaan detail jembatan”. Diambil dari https://www.scribd.com/document/420221066/f0a51-Modul-6-Pemeriksaan-Detail-Jembatan-Final-1
Pusat Pendidikan dan PelatihanJalan, Perumahan, Permukiman, danPengembangan
Puspitasari, S. D., Harahap, S., & Astuti, P. (2022). A Critical Review of Bridge Management System in Indonesia.
Saleh Muhammad. (2022). “Identifikasi Tingkat Kerusakan Jembatan Wai Tapan II, Wai Litanghaha Dan Wai Tomol Pada Ruas Jalan Moralla-Liang Kabupataen Maluku Tengah”
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Enjelika Huwae, Henry Henry Robert, Victor R R Hutubessy

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.






