Tinjauan Tingkat Kerusakan Jembatan Wai Tapan II Desa Morella, Kabupaten Maluku Tengah

Authors

  • Enjelika Huwae Politeknik Negeri Ambon, Indonesia
  • Henry Henry Robert Politeknik Negeri Ambon, Indonesia
  • Victor R R Hutubessy Politeknik Negeri Ambon, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.59837/jpnmb.v2i2.503

Keywords:

kerusakan jembatan, metode bridge manajemen system (BMS), kontruksi, infrastruktur

Abstract

Jembatan adalah jenis konstruksi yang menghubungkan dua bagian jalan yang dibagi oleh hambatan seperti waduk, lembah dalam, sungai, saluran irigasi dan limbah, rel kereta api, dan lain-lain. Menentukan tingkat kerusakan jembatan adalah langkah awal yang penting dalam menjamin keandalan dan keamanan infrastruktur. Identifikasi ini memungkinkan untuk mengatur prosedur pemeliharaan yang diperlukan dan menentukan jembatan mana yang memerlukan perbaikan atau pemeliharaan yang tepat. Metode Bridge Manajemen System (BMS) digunakan pada penelitian ini untuk mengidentifikasi dan memberikan penilaian terhadap nilai kondisi jembatan, hasil dari pada penilaian jembatan akan digunakan untuk menentukan prosedur pemeliharaan yang dapat dilakukan pada jembatan. Hasil dari pada penelitian ini menunjukan bahwa terdapat beberapa kerusakan pada jembatan yaitu pada: Pelat injak dengan nilai kondisi 3 (sedang), Gelagar dengan nilai kondisi 3 (sedang), Sistem lantai dengan nilai kondisi 2 (baik), Sandaran dengan nilai kondisi 4 (rusak parah/buruk). Dan rekomendasi penangan berdasarkan penilaian kondisi yang telah dilakukan yaitu pada: Pelat injak dengan nilai kondisi (3) dilakukan rehabilitasi, Gelagar dengan nilai kondisi (3) dilakukan rehabilitasi, Sistem lantai dengan nilai kondisi (2) dilakukan pemeliharaan rutin, dan pada Sandaran dengan nilai kondisi (4) dilakukan penggantian.

Author Biography

Victor R R Hutubessy, Politeknik Negeri Ambon, Indonesia

  •  

References

Direktorat Jendral Bina Marga Departemen Pekerjaan Umum Republik Indonesia 1993, “Panduan Pemeriksaan Jembatan, Bridge Management System (BMS)”.

Infrastruktur Wilayah. (2018). ”Modul 5 Prosedur Pemeriksaan Inventarisasi Jembatan”. Diambil dari https://www.scribd.com/document/414713618/92513-Modul-5-Prosedur-Pemeriksaan-Inventarisasi-Jembatan

Kementrian PUPR. (2015). “Modul 2 Perbaikan Kerusakan Berdasarkan Bahan”. Diambil dari https://simantu.pu.go.id/epel/edok/2d370_Modul_2__Perbaikan_Kerusakan_Berdasarkan_Bahan.pdf

Kementrian PUPR. (2017). “Modul 2 Sistem Manajemen Jembatan”. Diambil dari https://simantu.pu.go.id/epel/edok/1a2c1_MODUL2_SISTEM_MANAJEMEN_JBT_FIX.docx.pdf

Kementrian PUPR. (2022). “No 01pbm2022 Pedoman Pemeriksaan Jembatan”. Diambil dari https://binamarga.pu.go.id/index.php/nspk/detail/no-01pbm2022-pedoman-pemeriksaan-jembatan

Luwis, H., dkk. (2015). Implementation of Bridge Management System on Interurban Bridges in Maluku Province

Pusat Pendidikan dan PelatihanJalan, Perumahan, Permukiman, danPengembangan Infrastruktur Wilayah. (2017). “Modul 6 Pemeriksaan detail jembatan”. Diambil dari https://www.scribd.com/document/420221066/f0a51-Modul-6-Pemeriksaan-Detail-Jembatan-Final-1

Pusat Pendidikan dan PelatihanJalan, Perumahan, Permukiman, danPengembangan

Puspitasari, S. D., Harahap, S., & Astuti, P. (2022). A Critical Review of Bridge Management System in Indonesia.

Saleh Muhammad. (2022). “Identifikasi Tingkat Kerusakan Jembatan Wai Tapan II, Wai Litanghaha Dan Wai Tomol Pada Ruas Jalan Moralla-Liang Kabupataen Maluku Tengah”

Downloads

Published

2025-07-23

How to Cite

Huwae, E., Robert, H. H., & Hutubessy, V. R. R. (2025). Tinjauan Tingkat Kerusakan Jembatan Wai Tapan II Desa Morella, Kabupaten Maluku Tengah . Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa, 2(2), 344–349. https://doi.org/10.59837/jpnmb.v2i2.503

Issue

Section

Articles