Penentuan Ketidakpastian Pengukuran pH Air Gambut pada Campuran Kapur, Bentonit dan PAC Sebagai Penjernih Air
DOI:
https://doi.org/10.59837/jpnmb.v2i4.587Keywords:
ketidakpastian, pengukuran, pengujian, pHAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menentukan estimasi ketidakpastian pengukuran pH air gambut yang telah dijernihkan menggunakan campuran kapur, bentonit, dan PAC, serta memastikan validitas hasil pengukuran sesuai standar ISO/IEC 17025:2017. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik pembacaan langsung (direct reading) menggunakan pH meter yang telah dikalibrasi dengan larutan penyangga bersertifikat (CRM pH 4, pH 7, dan pH 10). Pengukuran dilakukan sebanyak tujuh kali untuk memperoleh nilai rerata dan simpangan baku, yang kemudian digunakan untuk menghitung ketidakpastian dari berbagai sumber: larutan penyangga, resolusi alat, dan presisi metode. Hasil menunjukkan bahwa nilai pH air gambut setelah perlakuan adalah 7,6 dengan ketidakpastian gabungan sebesar 0,02177 dan ketidakpastian diperluas sebesar 0,0435. Nilai ini berada dalam batas keberterimaan alat ukur dan sesuai dengan Permenkes No. 32 Tahun 2017. Implikasi dari penelitian ini menegaskan pentingnya evaluasi ketidakpastian dalam pengujian laboratorium untuk menjamin akurasi dan akuntabilitas data, serta mendukung pengembangan teknologi penjernihan air gambut berbasis sumber lokal yang relevan untuk wilayah tropis seperti Kalimantan dan Sumatera.
References
Abdul Rohman. (2022). Validasi dan Penjamin Mutu. Metode Analisis Kimia. (cetakan ke). Gadjah Mada University Press.
Amani, f., & P. (2016). Alat Ukur Kualitas Air Minum Dengan Parameter Ph, Suhu, Tingkat Kekeruhan, Dan Jumlah Padatan Terlarut. 14, 49–62.
Boy Syafri, . Helvitri. (2021). Campuran Kapur, Bentonit dan PAC Sebagai Penjernih Air Gambut Pada Skala Laboratorium. Seminar Nasional PPLPI.
Hadi A. (2019). Ketidakpastian Pengujian. Mendukung Penerapan ISO/IEC 17025:2017 (cetakan ke). PT. Penerbit IPB Press.
Irawan, A. (2019). Kalibrasi Spektrofotometer Sebagai Penjaminan Mutu Hasil Pengukuran dalam Kegiatan Penelitian dan Pengujian. Indonesian Journal of Laboratory, 1(2), 1. https://doi.org/10.22146/ijl.v1i2.44750
ISO 17025: 2017. (n.d.). The International Organization for Standardization and The International Electrotechnical Commission (IEC) 2017. ISO/IEC 17025: 2017, General requirements for the competence of testing and calibration laboratories.
Mardiana. (2020). Studi Kasus. Penetapan Estimasi Ketidakpastian Pengukuran Kimia. Melalui pendekatan Bottom Up (Korry Novitriani (ed.); Cetakan Ke). Pt. LabMania Indonesia Jaya. Bekasi. Jawa Barat.
Mufida, E., Anwar, R. S., Khodir, R. A., & Rosmawati, I. P. (2020). Perancangan Alat Pengontrol pH Air Untuk Tanaman Hidroponik Berbasis Arduino Uno. INSANtek, 1(1), 13–19.
Notodarmojo, S. (1994). Pengolahan Air Berwarna, Kajian Terhadap Studi Laboratorium. Makalah Loka Karya Air Berwarna.
Rahmanto, Y., Rifaini, A., Samsugi, S., & Riskiono, S. D. (2020). Sistem Monitoring pH Air Pada Aquaponik Menggunakan Mikrokontroler Arduino Uno. Jurnal Teknologi Dan Sistem Tertanam, 1(1), 23. https://doi.org/10.33365/jtst.v1i1.711
Riyanto. (2016). Validasi & Verifikasi Metode Uji. Sesuai dengan ISO/IEC 17025 Laboratorium Pengujian dan Kalibrasi (cetakan ke). CV. Budi Utama.
Utami, S. N. (2022). Pengertian pH dan Cara Menghitungnya. Kompas.Com. https://www.kompas.com/skola/read/2021/12/16/163319069/pengertian-ph-dan-cara-menghitungnya?page=all
Wikipedia. (2022). pH. https://en.wikipedia.org/wiki/PH
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Syafri Boy, Sariyadi Sariyadi, Budijono Budijono

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.






