Analisis Kekuatan Semen Tonasa dan Semen Dinamyx
DOI:
https://doi.org/10.59837/jpnmb.v2i4.591Keywords:
kuat tekan beton, semen tonasa, semen dynamix, mix designAbstract
Beton merupakan material konstruksi yang paling banyak digunakan karena sifatnya yang kuat, mudah dibentuk, dan relatif ekonomis. Salah satu faktor utama yang menentukan mutu beton adalah jenis semen yang digunakan. Di Kota Ambon, Semen Tonasa dan Semen Dynamix merupakan dua merek semen yang banyak digunakan masyarakat, dengan karakteristik harga dan kualitas yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan kuat tekan beton K-300 yang dibuat dengan menggunakan kedua merek semen tersebut berdasarkan metode SNI 03-2834-2000. Metode penelitian dilakukan di Laboratorium Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Ambon dengan menggunakan agregat halus berupa pasir cuci Waiheru, agregat kasar berupa batu pecah dari Quarry Wai Sakula, serta semen tipe Portland Composite Cement (PCC) merek Tonasa dan Dynamix. Benda uji berupa silinder beton berukuran 15 × 30 cm dibuat sesuai dengan rancangan campuran dan diuji kuat tekannya pada umur 3 dan 7 hari. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif untuk membandingkan perbedaan hasil kuat tekan kedua jenis semen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kuat tekan rata-rata beton dengan Semen Tonasa mencapai 16,89 MPa pada umur 3 hari dan 18,68 MPa pada umur 7 hari, sedangkan beton dengan Semen Dynamix mencapai 16,23 MPa pada umur 3 hari dan 17,64 MPa pada umur 7 hari. Selisih kuat tekan antara keduanya relatif kecil, yaitu 0,66 MPa pada umur 3 hari dan 1,04 MPa pada umur 7 hari. Meskipun Semen Tonasa menghasilkan kuat tekan sedikit lebih tinggi, Semen Dynamix tetap layak digunakan sebagai alternatif karena harganya lebih terjangkau. Penelitian ini menegaskan bahwa pemilihan semen dapat mempertimbangkan keseimbangan antara mutu teknis dan efisiensi biaya, khususnya pada pembangunan infrastruktur di wilayah Maluku.
References
Kosmatka, S. H., Kerkhoff, B., & Panarese, W. C. (2011). Design and control of concrete mixtures (14th ed.). Portland Cement Association.
Mulyono, T. (2019). Teknologi Beton. Yogyakarta: Andi.
Neville, A. M., & Brooks, J. J. (2010). Concrete technology (2nd ed.). Pearson Education Limited.
Purnomo, D., & Hidayat, R. (2020). Analisis pengaruh penggunaan semen terhadap kualitas beton struktural. Jurnal Teknik Sipil dan Aplikasi, 8(2), 45–53.
Rimun, R. (2021). Kajian pemilihan merek semen oleh masyarakat pada proyek konstruksi kecil di Ambon. Jurnal Rekayasa Sipil Nusantara, 5(1), 12–19.
Sinay, J. B., Sahusilawane, T., & Tuanakotta, A. (2024). Analisa Perbandingan Biaya dan Mutu Beton Menggunakan Serbuk Cangkang Telur untuk Mereduksi Pemakaian Semen. Journal of Comprehensive Science (JCS), 3(10).
SNI 03-2834-2000. (2000). Tata cara pembuatan rencana campuran beton normal. Badan Standardisasi Nasional.
SNI 15-2049-2004. (2004). Semen Portland. Badan Standardisasi Nasional.
Susanti, L. (2018). Pengaruh variasi jenis semen terhadap kuat tekan beton normal. Jurnal Inovasi Teknik Sipil, 4(1), 23–31.
Syaifudin, W. (2024). Analisa Root Welding Pengelasan FCAW (Flux-Cored Arc Welding) Dengan Backing Plate Berbasis Semen Dan Pasir Silika Terhadap Kekuatan Bending Dan Kekuatan Tarik. Jurnal Teknik Mesin, 13(02), 59-66.
Triawan, A. (2020). Perbandingan Kuat Tekan Beton Menggunakan Tiga Jenis Merek Semen. JUMATISI: Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil, 1(2), 74-80.
Wiyono, S., Zulhendri, Z., Alfajrizal, M., & Puri, A. (2018). Kajian Perbandingan Penggunaan Berbagai Merek Semen Dengan Dan Tanpa Perawatan Terhadap Kuat Tekan Dan Kuat Lentur Beton Pada Perkerasan Kaku: Comparative Study on the Use of Various Brands of Cement with and without Treatment of compresive and bending strength of concrete in Rigid Pavement. Jurnal Saintis, 18(2), 33-42.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Achmad Fadly Polhaupessy, David Daniel Marthin Huwae, Hendrie Tahya

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.






