Analisa Kapasitas Alat Berat Pada Pembangunan Jembatan Wai Pana Kabupaten Seram Bagian Barat

Authors

  • Nikson Ratumassa Politeknik Negeri Ambon, Indonesia
  • Ir Glen Boyke Rehatta Politeknik Negeri Ambon, Indonesia
  • Septi Ch Tuasuun Politeknik Negeri Ambon, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.59837/jpnmb.v2i6.640

Keywords:

kapasitas, alat berat, jembatan

Abstract

Jembatan Wai Pana yang terletak di Pulau Seram Provinsi Maluku Kabupaten Seram Bagian Barat, Kecamatan Seram Barat , Negeri Piru telah mengalami kerusakan akibat bencana alam seperti tanah longsor dan gempa bumi Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat telah melakukan upaya untuk menangani masalah kerusakan pada jembatan didaerah tersebut. Karena jembatan adalah akses penting untuk memobilisasi masyarakat dalam melakukan segala aktifitas birokrasi maupun kegiatan ekonomi. Agar pelaksanaan pembangunan jembatan maksimal maka dilakukanlah perencanaan yang matang meliputi survei lokasi, perencanaan design, metode konstruksi serta kriteria keamanan. dalam proyek kegiatan pembangunan ini menggunakan alat berat untuk kelangsungan pekerjaan agar mempermudah jalannya pembangunan jembatan  serta dapat menyeselesaikan pekerjaan dengan waktu yang telah ditentukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kapasitas masing-masing alat berat yang digunakan dalam pekerjaan pembangunan jembatan wai-pana serta mengetahui manajemen pengoperasional alat-alat berat secara efektif dan efesien.  Metode  yang digunakan  menggunakan  analisa  kapasitas alat berat  metode  bina  marga 2018 Revisi 3. Sehingga dari hasil perhitungan kapasitas alat berat pada pembangunan jembatan wai-pana adalah pekerjaan : Galian biasa : Excavator, Q1 = 39,14 M3/jam, Dump truck, Q2 = 39,14 M3/jam. Timbunan biasa dari sumber galian : Excavator, Q1 = 99,24 M3/jam, Dump truck, Q2 = 1,64 M3/jam, Motor grader, Q3 = 267,43 M3/jam, Vibrator roller, Q4 = 239,04 M3/jam, Water trunk truck, Q5 = 142,29 M3/jam. Galian struktur dengan kedalaman 0-2 meter : Excavator, Q1 = 192,98 M3/jam, Bulldozer, Q2 = 68,5 M3/jam. Galian struktur dengan kedalaman  4-6 meter : Excavator, Q1 = 115,79 M3/jam, Bulldozer, Q2 = 68,95 M3/jam. Pembersih dan pengupasan lahan : Dump truck, Q2 = 33,20 M3/jam.

References

Bina Marga, 2010. Spesifikasi Umum, Departemen Pekerjaan Umum Direktorat Jendral Bina Marga, Jakarta.

Baskari Jati Putra, Baskari dan Sigit Adityawan. 2019. Analisis Produktivitas Alat Berat Excavator pada Penambangan Pasir. Universitas Islam Indonesia

Gunawan Ade Putra, Nasfryzal Carlo, dan Rahmat 2022. Analisis Penggunaan Alat Berat pada Pembangunan Jembatan Sikabu Kabupaten Padang Pariaman. Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan. Universitas Bung Hatta

Kementrian Pekerjaan Umum, 2010,Modul Ringkasan Operator Bulldozer, Penerbit Pekerjaan Umum : Jakarta

Kementrian Pekerjaan Umum, 2013. Permen PUPR No.11/PRT/M/2013, Tentang Pedoman Analisis Harga satuan Pekerjaan Bidang Pekerjaan Umum. Penerbit Pekerjaan Umum : Jakarta

Kholil, Ahmad, 2012. Alat Berat. Pt Remaja Rosdakarya : Bandung

Rochmanhadi, 1992. Alat-Alat Berat dan Penggunaanya. YBPPU : Jakarta

Rostiyanti, Susy Fatena. 2008. Alat Berat Untuk Proyek Konstruksi. Jakarta. Pt Rineka Cipta

Sjachdirin.M. 2013, Permindahan Tanah Mekanis, ITN Malang

Widiasanti Irika, 2017. Analisis Kesesuaian Sertifikasi Insinyur Indonesia terhadap Best Practices of Certification. Politeknik Negeri Balikpapan

Downloads

Published

2025-12-01

How to Cite

Ratumassa, N., Rehatta, I. G. B., & Tuasuun, S. C. (2025). Analisa Kapasitas Alat Berat Pada Pembangunan Jembatan Wai Pana Kabupaten Seram Bagian Barat. Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa, 2(7), 1096–1105. https://doi.org/10.59837/jpnmb.v2i6.640

Issue

Section

Articles