Pola Relasi yang Setara antara Juragan dan Buruh: Studi Kasus Hubungan antara Juragan dan Buruh Potong Bawang Merah di Desa Sekoto Kecamatan Badas Kediri

Authors

  • Arum Nafiah Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya, Indonesia
  • Moh. Ansori Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.59837/jpnmb.v1i5.66

Keywords:

Sosial Ekonomi, Juragan, Buruh Potong, Bawang Merah, Desa Sekoto

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan pola hubungan kerja antara juragan dan buruh pada usaha pertanian bawang merah di Desa Sekoto, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri, dengan fokus pada penerapan teori kesetaraan dalam hubungan kerja. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan para juragan dan buruh, serta observasi lapangan. Sampel penelitian dipilih secara purposive, dengan fokus pada aktor utama dalam struktur sosial pertanian bawang merah di desa tersebut. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif, dengan mengidentifikasi pola-pola interaksi dan hubungan sosial antara juragan dan buruh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan kerja antara juragan dan buruh di Desa Sekoto ditandai dengan beberapa karakteristik utama, yaitu adanya hubungan kekeluargaan, kedekatan dengan tetangga atau warga sekitar, ketidakberlakuan PHK, dan penghindaran sikap sewenang-wenang dari juragan terhadap buruh. Kesimpulannya, hubungan kerja di sektor pertanian bawang merah di Desa Sekoto mencerminkan pola interaksi yang relatif harmonis dan didasarkan pada prinsip kesetaraan serta kepentingan bersama.

Keywoard Sosial Ekonomi, Juragan, Buruh Potong, Bawang Merah, Desa Sekoto.

References

Agusmidah. (2010). Dinamika Hukum Ketenagakerjaan Indonesia. Medan: USU Press.

Annu, Singh dan Mishra Sunita. (2015). “Extracurricular activities and student’s perfomance in secondary school of goverment and private schools”. International journalof sociology and antropology research (1)1. India: Babasaheb Bhimrao Ambedkar University. http://eajournals.org/wpcontent/uploads/Extracurricular-Activities-and-Student---s-Performance-inSecondary-School-of-Government-and-Private-Schools.pdf%20(19-09-2017

Bungin, Burhan. (2013). Metode Penelitian Sosial dan Ekonomi: Format-format Kuantitatif dan Kualitatif untuk Studi Sosiologi, Kebijakan Publik, Komunikasi, Manajemen, dan Pemasaran. Jakarta: Kencana.

Cahyani, Nur. (2021). Analisi Penggunaan Tenaga Kerja Wanita Pada Usaha Tani Bawang Merah Di Desa Pekalobean Kecamatan Angeraja Kabupaten Enrekang. Skripsi Fakultas Pertanian. Universitas Hasanuddin Makasar. https://repository.unhas.ac.id/id/eprint/12759/2/G021171026_skripsi_02-12-2021%20bab%201-2.pdf

Conny. (2010). Metode Penelitian Kualitatif. Jakarta: PT Grasindo.

Damatun. (2017). Peran Tenaga Kerja Wanita Dalam Usahatani Hortikultura di Kelurahan Wailan Tomohon Utara Kota Tomohon. Jurnal Agri-Sosioekonomi, 13(1),

-182. https://dx.doi.org/10.35791/agrsosek.13.1A.2017.15615

Embree. Lester. (1997). Encyclopedia Of Phenomenology. New York: Center For Advanced Reseach in Phenomenology.

Farno. (2022). Dinamika Relasi Antar Umat Kristen-Islam Di Minahasa. Surabaya: Scopindo Media Pustaka.

Hakim. (2018). Analisis Nilai Ekonomi Usahatani Bawang Merah (Allium cepa L.) off Season dan in Season pada Lahan Pasir Pantai (Studi Kasus di Desa Srigading Kecamatan Sanden Kabupaten Bantul DIY). SEPA: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Dan Agribisnis, 14(1), 53-60. https://doi.org/10.20961/sepa.v14i1.21046

Hariadi, Bambang. (2016). Gula Untuk Rakyat Nestapa Petani Tebu dalam Kuasa Neoliberal. Jakarta Selatan: Yayasan Rumah Peneleh.

Mardimin, Yohanes. (1996). Dimensi Kritis Proses Pembangunan di Indonesia. Yogyakarta: Kanisius.

Mubyarto. (1992). Desa dan Perhutanan Sosial Kajian Antropologi di Propinsi Jambi. Yogyakarta: Yogyakarta Aditya Media.

Raharjo, Dawam. (2017). Pengantar Sosiologi Pedesaan dan Pertanian. Yogyakarta: Gadjah Mada University.

Rinardi. (2022). Struktur Sosial Masyarakat Petani Bawang Merah di Desa Sigentong Kecamatan Wanasari Kabupaten Brebes Jawa Tengah. Jurnal Pemikiran Sosiologi, 9(1), 121-144. https://doi.org/10.22146/jps.v9i1.77627

Sajogyo. (1982). Sosiologi Pedesaan. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Salim, Agus. (2006). Teori Dan Paradigma Penelitian Sosial. Yogyakarta: Tiara Wacana.

Scott, J. C. (1993). Perlawanan Kaum Tani. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Soekanto. (2012). Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: PT Rajawali Pres.

Soetrisno, Loekman. (1995). Substansi Permasalahan Kemiskinan dan Kesenjangan, dalam Awan Setya Dewanta, dkk, (ed): Kemiskinan dan Kesenjangan di Indonesia. Yogyakarta: Aditya Media.

Soetrisno. (1992). Kapita Selekta Ekonomi Indonesia. Yogyakarta: Andi Offset.

Takdir. (2018). Transformasi Kesetaraan Buruh. Jurnal Sosiologi Reflektif, 12(2), 327-352. https://dx.doi.org/10.14421/jsr.v12i2.1430

Theresia. (2019). Analisis Persepsi Petani Terhadap Penggunaan Benih Bawang Merah Lokal dan Impor di Kabupaten Cirebon Jawa Barat. Jurnal Penyuluhan, 12(1), 74-88. https://doi.org/10.25015/penyuluhan.v12i1.11324

Wahyuni, Sri. (2020). Kehidupan Sosial Ekonomi Petani Bawang Merah Batunoni Desa Batunoni Kecamatan Anggeraja Kabupaten Enrekang. Jurnal Environmental Science, 12(1), 146-155. http://dx.doi.org/10.35580/jes.v2i2.13196

Wright, S. L., Burt, C. D. B., & Strongman, K. T. (2006). Loneliness in the workplace: Construct definition and scale development. New Zealand Journal of Psychology, 35(2), 59–68. http://ir.canterbury.ac.nz/handle/10092/2751

Downloads

Published

2024-10-15

How to Cite

Nafiah, A., & Ansori, M. (2024). Pola Relasi yang Setara antara Juragan dan Buruh: Studi Kasus Hubungan antara Juragan dan Buruh Potong Bawang Merah di Desa Sekoto Kecamatan Badas Kediri. Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa, 1(5), 308–316. https://doi.org/10.59837/jpnmb.v1i5.66

Issue

Section

Articles