Kritik Postmodernisme : Hubungan Postmodernisme Terhadap Agama Islam

Authors

  • Ku’aibah Arrohmah Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya, Indonesia
  • Pudji Rahmawati Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.59837/jpnmb.v1i5.68

Keywords:

Postmodernisme, Agama islam, Hukum absolut

Abstract

Penelitian ini membahas dampak postmodernisme terhadap agama, khususnya Islam, yang dikenal dengan keyakinan pada kebenaran absolut dan hukum-hukum tetap. Postmodernisme, yang muncul sebagai respons atas kegagalan modernisme, menolak konsep kebenaran universal dan narasi besar, menggantinya dengan partikularisme dan kebenaran yang relatif. Dalam konteks agama, terutama Islam, hal ini menimbulkan ketegangan karena Islam sangat menekankan kebenaran tunggal, keyakinan terhadap Tuhan yang satu, serta hukum-hukum absolut yang mengatur kehidupan beragama. Postmodernisme dipandang oleh sebagian pemikir Islam sebagai ancaman yang berpotensi melemahkan stabilitas keyakinan dan tatanan kehidupan beragama yang telah mapan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan kajian pustaka untuk menganalisis bagaimana postmodernisme mengkritik agama dan bagaimana Islam meresponsnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip-prinsip postmodernisme, seperti relativisme dan penolakan metanarasi, dapat mengganggu dan bahkan melemahkan keyakinan religius dalam konteks Islam. Debat antara pemikiran postmodernisme dan prinsip-prinsip Islam mencerminkan dilema yang mendalam tentang bagaimana agama harus beradaptasi atau menolak paham baru ini. Penelitian ini menyimpulkan bahwa postmodernisme bisa mengancam eksistensi agama jika diterapkan tanpa pemahaman kritis terhadap nilai-nilai agama yang mendasar.

References

Abdullah, A. (2009). Falsafah Kalam di Era Postmodernisme. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Ahmed, A. S. (1993). “Postmodernisme: Bahaya dan Harapan” Bagi Islam, Terj. M. Sirozi. Bandung: Mizan.

Amal, J. R. (1997). “Islam dan Tantangan Modernitas: Studi Atas Pemikiran Hukum Fazlur Rahman. Bandung: MIzan.

Azra, A. (1995). Pasca Modernisme, Islam dan Politik: Kecenderungan dan Relevansi. UQ Vol. 1 No 2 tahun, 5.

Bambang, S. (1996). Postmodernisme Tantangan bagi Filsafat. Yogyakarta: Kanisius.

Fitriana, D. N. (2017). Identitas Budaya dalam Novel Kembar Keempat Karya Sekar Ayu Asmara: Kajian Postmodernisme. Academia Vol. 1 No. 1, 83.

Goodman, A. G. (2004). The Exception to the Rulers: Exposing Oily Politicians, War Profiteers and the Media That Love Them. New York: Hyperion Books.

Hardiman, B. (2007). Filsafat Fragmentaris . Yogyakarta: Kanisius.

Hood Jr, R. W. (2009). The psychology of of religion: An empirical approach 4 edition. New York: The Guilford Press .

Ismail, Y. (2019). Postmodernisme dan Perkembangan Pemikiran Islam Kontemporer. Jurnal Studi Al-Qur’an Vol. 15, No. 2, 236.

Ro’uf, A. M. (2019). Posmodernisme: Dampak dan Penerapannya pada Studi Islam. Jurnal Studi Keislaman, 167.

Royle, N. (2003). Jacques Derrida. London & New York: Routledge.

Sastra, Y. R. (2017). “Cerpen Agama Apa yang Pantas Bagi Pohon Pohon? Karya Eko Triono sebagai Media Kritik Alternatif terhadap Masyarakat Postmodernisme . SATWIKA: Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial” Volume 1, Nomor 2, 43.

Smith, H. (1989). Beyond The Post-Modern Mind. USA: The Theosophical Publishing House.

Sutikno. (2013). Islam di antara Modernisme dan Postmodernisme. Studi Agama-agama Vol. 3, No. 1, 120.

Vattimo, G. (1988). The End of Modernity. UK: Polity Press in Association with B. Blackwell.

Wahyuni, A. (2003). Islam dalam Era Postmodernisme: Menuju Penafsiran Islam yang Lebih Terbuka. Halaqa, 197.

Zed, M. (2008). Metode Penelitian Kepustakaan. Jakarta : Yayasan Obor Indonesia.

Downloads

Published

2024-10-22

How to Cite

Arrohmah, K., & Rahmawati, P. (2024). Kritik Postmodernisme : Hubungan Postmodernisme Terhadap Agama Islam. Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa, 1(5), 337–344. https://doi.org/10.59837/jpnmb.v1i5.68

Issue

Section

Articles