Uji Efikasi Granulasi Ekstrak Ethanol Daun Pule Dan Bunga Pule (Alstonia Scholaris) Terhadap Larva Aedes Aegypti Sebagai Vektor Deman Berdarah Dengue (DBD)
DOI:
https://doi.org/10.59837/jpnmb.v1i5.69Keywords:
larva, DBD, Aedes aegypti, uji labAbstract
Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) disebabkan oleh virus dengue dari genus Flavivirus, famili Flaviviridae. virus dengue disebabkan oleh satu dari 4 virus dengue berbeda dan ditularkan melalui nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Tanaman pulai Alstonia scolaris mengandung alkaloid, tanin, saponin, triterpenoids, dan flavonoid. Seyawa flavonoid dan saponin memiliki potensi menjadi larvasida alami. Tujuan penelitian untuk menguji efikasi granulasi ekstrak ethanol dari daun pule dan bunga pule memiliki potensi sebagai larvasida efektif terhadap larva Aedes aegypti. Penelitiian ini merupakan jenis penelitian eksperimen yaitu melakukan pengujian laboratorium yang bertujuan untuk mengetahui kandungan ekstrak tanaman bunga pulai dan daun pulai untuk penyakit DBD. Riset ini dilakukan pada bulan maret 2024. Sampel larva Ae. aegypti untuk uji efikasi larvasida diambil dari tempat penampungan air bersih di dalam rumah masyarakat di Kota Banda Aceh. Identifikasi spesies dan uji efikasi akan dilaksanakan di Laboratorium Parasitologi Fakultas Kedokteran Universitas Abulyatama. Pemberian ekstrak ethanol bunga pulai berpengaruh terhadap larva aedes aegypti dimana ekstrak daun pulai berpotensi sebagai insektisida nabati karena memiliki kandungan senyawa tanin, saponin dan flavanoid. Senyawa ini bersifat toksik terhadap larva yang dapat berbentuk antifeedant (penghambat makan), repellent (penolak), menyebabkan kematian,menghambat peneluran, mengganggu perkembangan dan reproduksi. Hasil pada tiap konsentrasi terdapat juga kenaikan jumlah larva aedes aegypti yang mati dapat disimpulkan bahwasanya ada pengaruh dari pemberian estrak daun pulai sebagai insektisida terhadap larva aedes aegypti. perlakuan dengan konsentrasi 50% adalah konsentrasi yang paling efektif dalam menurunkan jumlah larva aedes aegypti dibandingkan dengan konsentrasi 12,5%, 25%, . Semakin tinggi konsentrasi ekstrak bunga pulai yang digunakan, maka semakin banyak pula kandungan tanin,saponin dan flavonoid yang terdapat dalam ekstrak tersebut yang akan berpengaruh pada hasil perlakuan. Jadi dapat disimpulkan bahwasanya pemakaian ekstrak daun dan bunga pulai efektif sebagai insektisida larva Ae. Aegypti. Disarankan Bagi masyarakat ekstrak daun dan bunga pulai dapat berfungsi sebagai insektisida baik untuk larva Ae. Aegypti. Disarankan Bagi masyarakat dapat menggunakan ekstrak daun dan bunga pulai untuk membunuh Ae. Aegypti karena ekstrak daun dan bunga pulai ramah lingkungan.
References
Asniati, A., Indirawati, S., & Slamet, B. (2021). Analisis Sebaran Spasial Kerawanan Penyakit Demam Berdarah Dengue Tahun 2010 – 2019 di Kota Banda Aceh. Jurnal Serambi Engineering, 6(1), 1607–1615. https://doi.org/10.32672/jse.v6i1.2650
Corral, M. F., P. Otero, J. Echave, P. Garcia. Oliveira, M. Carpena, A. Jarboui, B. N. Estevez, J. S. Gandara, and M. A. Prieto. 2021. By‐Products of Agri‐Food Industry as Tannin‐Rich Sources: A Review of Tannins’ Biological Activities and Their Potential for Valorization. Foods 10(137): 1-23.
Fitriani, Tri Aulia Fitriani. 2021. Analisis Spasial Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) Di Provinsi Dki Jakarta Tahun 2016 – 2019
Grijalva, E. P. G., L. X. L. Martínez, L. A. C. Angulo, C. A. E. Romero, and J. B. Heredia. 2020. Plant Alkaloids: Structures and Bioactive Properties. Plant-derived Bioactives: 85-117.
Kemenkes RI. (2018b). Situasi Penyakit Demam Berdarah di Indonesia Tahun 2017. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Lesar, E., B.S.josep, W., & R.Pinantoan, O. (2020). Gambaran Pengetahuan Dan Tindakan Masyarakat Tentang Pengendalian Vektor Demam Berdarah Dengue Di Desa Touure Kabupaten Minahasa Tahun 2020. Kesmas, 9(7), 168–175.
Mayor, J., & Wattimena, L. (2022). Pemanfaatan Pohon Pulai (Alstonia Scholaris) Oleh Masyarakat Kampung Puper Distrik Waigeo Timur Kabupaten Raja Ampat. J-MACE Jurnal Penelitian, 2(1), 68–81. https://doi.org/10.34124/jmace.v2i1.18
Nadifah, F., Farida Muhajir, N., Arisandi, D., & D. Owa Lobo, M. (2017). Identifikasi Larva Nyamuk Pada Tempat Penampungan Air Di Padukuhan Dero Condong Catur Kabupaten Sleman. Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas, 10(2), 172. https://doi.org/10.24893/jkma.10.2.172-178.2016
Nuryati, E. (2012). Analisis Spasial Kejadian Demam Berdarah Dengue Di Kota Bandar Lampung Tahun 2006-2008. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 1(2). https://doi.org/10.35952/jik.v1i2.80
Ramadhani, F., Satria, A., & Sari, I. P. (2023). Implementasi Metode Fuzzy K-Nearest Neighbor dalam Klasifikasi Penyakit Demam Berdarah. Hello World Jurnal Ilmu Komputer, 2(2), 58–62. https://doi.org/10.56211/helloworld.v2i2.253
Saleh, R., Susilawaty, A., HR. Lagu, A. M., & Saleh, M. (2022). Efektivitas Ekstrak Serbuk Daun Pulai (Alstonia scholaris) Sebagai Larvasida Alami Terhadap Larva Aedes sp. Instar II. Higiene, 8(1).
Syarifuddin, R. N., Ar, T., & Nurwidah, A. (2021). Identifikasi Senyawa Kimia pada Tanaman Pulai ( Alstonia scholaris ) Sebagai Pestisida Nabati untuk Pengendali Hama Identification of Chemical Compounds in Pulai ( Alstonia scholaris ) As Natural Pesticides for Pest Control. 10(April), 40–47.
WHO. (2020). Dengue and severe dengue. World Health Organization. Diambil dari https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/dengue-and-severedengue
Zakiyuddin., & Nurdin, A.(2018). Studi Epidemiologi Yang Mempengaruhi Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) Di Kecamatan Johan Pahlawan Kabupaten Aceh Barat. Jurnal Aceh Medika, 2(1), 77–85.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Ajaratudur Ajaratudur, Pasyamei Rembune Kala, Rosalia Putri

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.






