Penggunaan Pasir Pantai (Ngur Bloat) Desa Wisata Ngilngof Sebagai Bahan Pengganti Filler Pada Campuran Aspal Beton AC-WC: Sebuah Studi Eksperimental
DOI:
https://doi.org/10.59837/jpnmb.v2i9.772Keywords:
aspal beton AC-WC, pasir pantai, filler, marshall, stabilitasAbstract
Peningkatan pembangunan infrastruktur jalan menuntut ketersediaan material konstruksi yang memadai, khususnya agregat halus sebagai penyusun campuran aspal beton. Namun ketersedian material konvensional semakin terbatas sehingga diperlukan alternatif pengganti yang bersifat lokal, ekonomis, dan ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan pasir pantai desa wisata ngilngof sebagai bahan pengganti filler pada campuran aspal beton AC-WC di tinjau dari karakteristik marshall. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dilaboratorium dengan variasi kadar pasir misalnya, sebesar 0%, 25%, 75%, 100% sebagai filler pengganti abu batu. Pengujian dilakukan menggunakan metode marshall untuk memperoleh parameter stabilitas, flow, Marshall Quontient (MQ), kepadatan, VMA, VIM, dan VFB. Berdasarkan hasil pengujian marshall terhadap pemanfaatan pasir ngilngof sebagai bahan pengganti agregat halus pada campuran aspal beton dapat disimpulkan bahwa pengujian yang tertara diatas menggunakan aspal \penetrasi 60/70, dengan nilai karakteristik marshall yang meliputi : nilai stabilitas (Kg) : 1606,2 > 800, flow (mm) : 3,47 > 2, Density (gr/cc) :1,987, VIM (%) : 17,62 > 3, VMA (%) :29,79 > 15, VFB (%) : 40,87 > 65, Marshall Quontient (kg/mm) : 463,04 > 200. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat di simpulkan bahwa penggunaan pemanfaatan pasir desa wisata ngilngof untuk campuran agregat halus belum bisa digunakan karena beberapa parameter pengujian belum memenuhi Spesifikasi Bina Marga 2018 Devisi 6.
References
Agustyawan, P. E., & Wiguna, I. S. (2019). Alternatif Penggunaan Pasir Laut Paciran Sebagai Bahan Susun Aspal Panas AC-WC. Jurnal Teknik Sipil dan Teknologi Konstruksi, 5(2), 91-99.
American Society, Of Testing ang Material (ASTM), 1974. Annual Book of ASTM standarts Part 22 Wood; Adhesives. ASTM. Easton Md, Pp 276-316.
Anugerah, A. D., Fauziah, W., St Maryam, H., Syarkawi, M. T., & Bulgis, B. (2023). Studi Penggunaan Pasir Putih Masamba sebagai Alternatif Bahan Penyusun Campuran Aspal Beton dan AC-WC. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Sipil, 5(1), 34-43.
Kaliky, H. B., Walsen, S., & Jakob, J. C. (2024). Analisis Kerusakan Perkerasan Jalan Dan Estimasi Biaya Perbaikan Pada Ruas Jalan Amanhuse Kota Ambon. Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa, 1(2), 81-87.
Umum, D. P., & Rakyat, P. (1997). Direktorat Jenderal Bina Marga. Pengaspalan, Badan Penerbit Pekerjaan Umum.
Masgode, M. B., Hidayat, A., & Rusli, R. (2023). Uji Kuat Tekan Beton Pada Material Alam Pasir Pantai Muara Lapao-Pao: Compressive Strength Test of Natural Materials of Muara Lapao-pao Beach Sand. Journal of Sustainable Civil Engineering, 5(01), 54-62.
Pratama, F. Y., Abrar, A., & Putra, S. A. (2023). Pengaruh Penggunaan Pasir Pantai Ketapang Sebagai Agregat Halus dengan Penambahan Filler Semen Pada Campuran Aspal Terhadap Karakteristik Marshall. SLUMP TeS: Jurnal Teknik Sipil, 1(2), 59-68.
Ramadhan, F., & Fauziah, M. (2020). Kinerja Campuran SMA dengan Menggunakan Pasir Pantai Indrayanti sebagai Pengganti Agregat Halus. Teknisia, 33-41.
Riyanto, A., & Prasetya, R. D. (2020). Pengaruh Kadar Filler Fly Ash dalam Campuran AC-WC dengan Pasir Pantai Takisung sebagai Agregat Halus Ditinjau dari Aspek Ketidakrataan dan Properties Marshall. Dinamika Teknik Sipil: Majalah Ilmiah Teknik Sipil, 13(2), 37-47.
Sukirman, S., 2003. Perkerasan Jalan Raya, Penerbit NOVA, Bandung.
Sulistiar, F., Yunianta, A., & Wantoro, M. (2024, May). Penggunaan Pasir Pantai Sebagai Agregat Halus Dalam Pembuatan Beton Scc. In Prosiding: Seminar Nasional Teknik Sipil Universitas Yapis Papua (Vol. 3, No. 1, pp. 333-341).
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Abdu Rahman Rahantan, David Daniel Marthin Huwae, Juvrianto Chrissunday Jakob

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.






