Tinjauan Pasang Surut Pada Daerah Pantai Sukaraja, Kecamatan Taniwel Timur, Kabupaten Seram Bagian Barat
DOI:
https://doi.org/10.59837/jpnmb.v2i9.787Keywords:
pasang surut, pantai, elevasi, bangunan pantaiAbstract
Tinjauan Pasang Surut Pada Daerah Pantai Sukaraja, Kecamatan Taniwel Timur, Kabupaten Seram Bagian Barat. Tugas Akhir Politeknik Negeri Ambon. Pasang surut merupakan suatu fenomena gerakan naik turunnya permukaan air laut secara berkala yang diakibatkan oleh kombinasi gaya gravitasi dan gaya tarik menarik dari benda-benda astronomi terutama peristiwa alam yang terjadi di kawasan pantai oleh matahari, bumi, dan bulan. Perencanaan pembangunan di tepi pantai sangatlah mendukung kemajuan suatu daerah dalam meningkatkan potensi yang ada serta dalam rangka melindungi daerah pantai dari terpaan gelombang yang terjadi. Dari hal tersebut yang menjadi masalah penelitian ini “Berapa elevasi tertinggi muka air laut di Pantai Sukaraja” Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui elevasi muka air laut di Pantai Sukaraja. Jenis data yang digunakan adalah data primer. Penelitian yang dilakukan adalah observasi pasang surut. Observasi dilakukan selama 15 hari. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah metode observasi. Teknik analisis data dengan Software UGM MCR Dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa tipe campuran, cenderung semi-diurnal, dimana terjadi dua kali pasang dan dua kali surut dengan amplitudo dan periode berbeda dengan nilai 0.25 < F ≤ 1.5 di mana F = 1,002 dan Elevasi muka air laut desa Sukaraka tingi tertinggi (HHWL) terjadi sebesar 137,5023 cm (+56,2424 cm dari MSL) dan elevasi muka air rendah terendah (LLWL) terjadi sebesar 11,0121 cm (-70,2478 cm dari MSL).
References
Dahuri, R. (2001). Pengelolaan sumber daya wilayah pesisir dan lautan secara terpadu. (No Title).
Dronkers, J. J. (1964). Tidal computations in rivers and coastal waters.
Hutabarat, S., & Evans, S. M. (1986). Pengantar Oseanografi. Jakarta.
Musrifin. (2012). Analisis dan Tipe Pasang Surut Perairan. Riau: Berkala Perikanan Terubuk. 40. 1.
Ongkosongo, O. S. (1989). Penerapan Pengetahuan dan Data Pasang Surut. Pusat Penelitian dan Pengembangan Oseanologi (P3O) LIPI, Jakarta.
Pariwono, J. I. (1989). Gaya Penggerak Pasang Surut. Dalam Pasang Surut. Penyunting Ongkosongo dan Suyarso, Puslitbang Oseanologi LIPI, Jakarta. Hal, 13-23.
Pawlowicz, R., Beardsley, B., & Lentz, S. (2002). Classical tidal harmonic analysis including error estimates in MATLAB using T_TIDE. Computers & geosciences, 28(8), 929-937.
Sangkop, N., Mamoto, J. D., & Jasin, M. I. (2015). Analisis Pasang Surut di Pantai Bulo Desa Rerer Kecamatan Kombi Kabupaten Minahasa dengan Metode Admiralty. Tekno, 13(63), 60-69.
Suyarso. (1989). Pusat penelitian dan Pengembangan Oseanologi (P3O). Jakarta: P30-LIPI
Triatmodjo, B. (1999). Teknik Pantai (Yogyakarta: Beta Offset).
Wyrtki, K. (1961). Physical oceanography of the Southeast Asian waters (Vol. 2). University of California, Scripps Institution of Oceanography.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Rafika Lamaelo, Isak Lilipory, Vector R R Hutubessy

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.






