Tinjauan Pengaruh Gelombang Terhadap Kerusakan Struktur Bangunan Pantai (Talud) Pantai Pasir Putih di Negeri Wakal

Authors

  • Faudzan Sanadi Politeknik Negeri Ambon, Indonesia
  • Isak Lilipory Politeknik Negeri Ambon, Indonesia
  • Apri Adam Matitaputty Politeknik Negeri Ambon, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.59837/jpnmb.v2i10.796

Keywords:

tinggi gelombang, periode gelombang, arah angin, kecepatan angin

Abstract

Abrasi dapat menimbulkan permasalahan dan kerugian yang sangat besar dengan rusaknya pemukiman dan fasilitas-fasilitas sekitar pantai tersebut. Agar kerusakan pantai tidak berlanjut dilakukan penanganan serius terhadap perlindungan pantai baik secara alami maupun dengan perlindungan buatan. Salah satu cara yang dapat dilakukan yaitu perkuatan pantai dengan menggunakan dinding pantai. Perkuatan pantai diperlukan di sepanjang pantai dan digunakan sebagai pelindung pantai terhadap serangan gelombang, menahan tanah di belakangnya, serta mengurangi limpasan gelombang ke daratan di belakangnya.Penelitian ini bertujuan untuk menentukan parameter gelombang laut yang mengakibatkan kerusakan struktur bangunan talud dan menghitung besar energi gelombang yang mengakibatkan kerusakan struktur bangunan talud. Berdasarkan hasil analisis data angin dalam windrose dikelompokan ke dalam tujuh penjuru mata angin   (Barat, Barat Laut, Barat Daya, Timur, Tenggara, Selatan, Timur Laut) arah angin yang paling dominan selama 5 tahun bergerak dari arah Barat Laut dengan kecepatan maksimum 11,10 m/detik. Dari peramalan gelombang menggunakan grafik peramalan gelombang diperoleh tinggi gelombang 1,5 m dan periode gelombang 5 det dengan durasi waktu 3 jam yang terjadi di perairan Pantai Pasir Putih.

References

Agung, I. B. (2015). Pengaruh Durasi Serangan Gelombang Terhadap Tingkat Kerusakan Lapis Lindung Pemecah Gelombang. Science Tech: Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, 1(1), 18-27.

Allo, D. B. P., & Paotonan, C. (2012). Transmisi Gelombang Melalui Struktur Bawah Air Berbahan Geotextile Tube Sebagai Pelindung Pantai Pasir Buatan.

Arsyad, M. (2013). Kerusakan lingkungan pesisir pantai. Arsyadmoon1 Blog. http://arsyadmoon1.blogspot.com

Hidayat, N. (2006). Konstruksi bangunan laut dan pantai sebagai alternatif perlindungan daerah pantai. SMARTek, 4(1), 221546.

Mamak, Mustafa., Guzel, Hasan., (2013). Theoretical and Experimental Analysis of Wave Impact Pressures on Curved Seawalls. Arab: King Fahd University of Petroleum and Minerals.

Pratikto, W.A., Haryo. D.A, Suntoyo., (1997). Perencanaan Fasilitas Pantai dan Laut, Yogyakarta:BPFE-Yogyakarta.

Purwanto, P. (2011). Analisa Spektrum Gelombang Berarah di Perairan Pantai Kuta, Kabupaten Badung, Bali. Buletin Oseanografi Marina, 1(1).

Sundar, V., Anand, K.V., (2010).Dynamic Pressure and Run-up on Cuved Seawalls Compared with Vertical Wall Under Cnoidal Waves. Chennai, India: Indian Institut of Technology Madras.

Triatmodjo Bambang. (1999). Teknik Pantai. Unit Antar Universitas Ilmu Teknik, Universitas Gaja Mada, Beta Offset, Yogyakarta.

Triatmodjo, Bambang., (1993), Hidraulika I, Beta Offset, Yogyakarta.

Downloads

Published

2026-03-14

How to Cite

Sanadi, F., Lilipory, I., & Matitaputty, A. A. (2026). Tinjauan Pengaruh Gelombang Terhadap Kerusakan Struktur Bangunan Pantai (Talud) Pantai Pasir Putih di Negeri Wakal. Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa, 2(10), 1706–1715. https://doi.org/10.59837/jpnmb.v2i10.796

Issue

Section

Articles