Tinjauan Kembali Kerusakan Jembatan Wai Tomol Dan Walawella Pada Ruas Jalan Morella – Liang Kabupaten Maluku Tengah
DOI:
https://doi.org/10.59837/jpnmb.v2i10.797Keywords:
jembatan beton, BMS, kerusakan jembatanAbstract
Jembatan adalah jenis konstruksi yang menghubungkan dua bagian jalan yang dibagi oleh hambatan seperti, lembah, sungai, saluran irigasi dan limbah, rel kereta api, dan lain-lain. Oleh karena itu diperlukan upaya pemeliharaan atau perbaikan dengan manajemen yang baik, yaitu dengan sistem pemeriksaan kondisi jembatan yang akurat dan efektif. Metode yang akan digunakan untuk menilai kondisi kerusakan jembatan pada penelitian ini adalah acuan dari Sistem Manajemen Jembatan (Bridge Management System/BMS). Tujuan tinjauan kembali tingkat kerusakan jembatan Wai Tomol dan Walawella menggunakan metode BMS (Bridge Management System). Hasil tinjauan yang di dapat dari penerapan metode ini adalah agar dapat mengidentifikasi dan mempresentasikan tingkat kerusakan pada jembatan Wai Tomol dan Walawella. Hasil penilaian kondisi jembatan Wai Tomol dan Walawella dilapangan terdapat beberapa kerusakan pada elemen kedua jembatan tersebut yaitu:Jembatan Wai Tomol dengan kerusakan elemen gelagar dengan nilai kondisi 1, pelat injak dengan nilai kondisi 1, sistem lantai dengan nilai kondisi 2 dan sandaran dengan nilai kondisi 3. Pada jembatan walawella dengan kerusakan elemen pelat injak dengan nilai kondisi 1, sistem lantai dengan nilai kondisi 1, expantion joint dengan nilai kondisi 2 dan sandaran dengan nilai kondisi 2. Serta rekomendasi penanganan berdasarkan nilai kondisi jembatan yaitu : jembatan Wai Tomol dengan nilai kondisi 3 adalah sedang (rehabilitasi) dan jembatan Walawella dengan nilai kondisi 2 adalah baik (pemeliharaan rutin dan berkala).
References
Direktorat Jenderal Bina Marga. (1993). Panduan pemeriksaan jembatan: Bridge Management System (BMS). Jakarta: Departemen Pekerjaan Umum Republik Indonesia.
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. (2015). Modul 2: Perbaikan kerusakan berdasarkan bahan. Jakarta: Kementerian PUPR.
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. (2017). Modul 2: Sistem manajemen jembatan. Jakarta: Kementerian PUPR.
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. (2022). Pedoman pemeriksaan jembatan No. 01/PBM/2022. Jakarta: Direktorat Jenderal Bina Marga.
Pusat Pendidikan dan Pelatihan Jalan, Perumahan, Permukiman, dan Pengembangan Infrastruktur Wilayah. (2017). Modul 6: Pemeriksaan detail jembatan. Jakarta: Kementerian PUPR.
Pusat Pendidikan dan Pelatihan Jalan, Perumahan, Permukiman, dan Pengembangan Infrastruktur Wilayah. (2018). Modul 5: Prosedur pemeriksaan inventarisasi jembatan. Jakarta: Kementerian PUPR.
Saleh, M. (2022). Identifikasi tingkat kerusakan jembatan Wai Tapan II, Wai Litanghaha dan Wai Tomol pada ruas jalan Morella–Liang Kabupaten Maluku Tengah. Ambon.
Saputra, R. N. D., Yuliati, N. C. E., & Susanto, H. (2023). Studi inventarisasi jembatan menggunakan metode Bridge Management System dan Bridge Condition Rating. Composite: Journal of Civil Engineering, 3(1), 45–53.
Simanjuntak, B. R. S., Garcya, M. G., & Tias, G. S. (2023). Evaluasi kerusakan jembatan menggunakan metode Bridge Management System. Jurnal TeKLA, 5(2), 90–98.
Yosiana, Jusmidah, Sudirman, & Patandjengi, A. A. (2024). Analisis nilai kondisi dan sisa umur jembatan menggunakan metode Bridge Management System. Jurnal Ilmiah Ecosystem, 24(1), 67–75.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Nursyahirah Marasabessy, Herry Henry Roberth, Musper David Soumokil

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.






