Hubungan Pola Konsumsi Karbohidrat dan Status Gizi dengan Kadar Gula Darah pada Penderita Diabetes Militus Tipe 2 di Puskesmas 1 Denpasar Selatan

Authors

  • Ni Made Paramita Wulan Putri Poltekkes Kemenkes Denpasar, Indonesia
  • Pande Putu Sri Sugiani Poltekes Kemenkes Denpasar, Indonesia
  • Ida Ayu Eka Padmiari Poltekes Kemenkes Denpasar, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.59837/jpnmb.v3i2.942

Keywords:

Status Gizi, Kadar Gula Darah, Diabetes Melitus Tipe II, Pola Konsumsi Karbohidrat

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan meningkatnya kadar glukosa dalam darah akibat gangguan pada sekresi insulin, kerja insulin, maupun kombinasi keduanya. Pengendalian kadar gula darah pada pasien diabetes melitus tipe 2 dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya pola konsumsi karbohidrat serta status gizi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola konsumsi karbohidrat dan status gizi dengan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas I Denpasar Selatan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain observasional analitik dan rancangan cross-sectional. Sebanyak 40 responden dipilih melalui teknik purposive sampling. Data pola konsumsi karbohidrat dikumpulkan menggunakan instrumen Semi-Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ), status gizi ditentukan berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT), sedangkan data kadar gula darah diperoleh dari rekam medis pasien. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki jumlah konsumsi karbohidrat dalam kategori berlebih (57,5%), jenis konsumsi karbohidrat yang sesuai (55,0%), jadwal konsumsi karbohidrat yang teratur (70,0%), serta status gizi normal (65,0%). Analisis bivariat menunjukkan bahwa jadwal konsumsi karbohidrat memiliki hubungan yang signifikan dengan kadar gula darah (p<0,05). Sebaliknya, jumlah konsumsi karbohidrat, jenis konsumsi karbohidrat, dan status gizi tidak menunjukkan hubungan yang bermakna secara statistik dengan kadar gula darah (p>0,05). Temuan tersebut mengindikasikan bahwa keteraturan waktu konsumsi karbohidrat merupakan salah satu faktor yang berperan dalam membantu pengendalian kadar gula darah pada pasien diabetes melitus tipe 2.

References

A. A., Wati, D. A., Junita, D. E., Nurhayati, A., & Universitas Aisyah. (2024). Jurnal riset gizi. Jurnal Riset Gizi, 12(2), 240–249.

Adhi, P., dkk. (2020). Hubungan pola makan dan status gizi dengan kadar glukosa darah pada pasien diabetes melitus. Jurnal Kesehatan, 11(1), 20–27.

Agesti, A., Avita, A., dkk. (2024). Hubungan pola konsumsi karbohidrat dengan kadar gula darah pada penderita diabetes melitus tipe 2. Jurnal Gizi dan Kesehatan, 12(2), 45–52.

Agung, I., & Meirana, N. (2022). Hubungan asupan karbohidrat dengan kejadian diabetes melitus tipe 2. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 10(1), 30–36.

Alydrus, N. L., & Fauzan, A. (2022). Pemeriksaan interpretasi hasil gula darah. Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknologi Kesehatan, 3(2), 16–21.

American Diabetes Association. (2023). Classification and diagnosis of diabetes. Diabetes Care, 46(Supplement 1), S19–S40.

Cahyaningrum, R. B. (2023). Hubungan pola makan dengan kejadian diabetes mellitus pada usia dewasa di Puskesmas X Kota Bekasi.

Candra Kusuma, A. (2023). Pola konsumsi karbohidrat dan peningkatan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus tipe 2.

Feni, F. (2022). Status gizi dan kadar glukosa darah pada pasien diabetes melitus tipe 2. Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia.

Harsari, R. H., Fatmaningrum, W., & Prayitno, J. H. (2018). Hubungan status gizi dan kadar glukosa darah pada pasien diabetes melitus tipe 2. E-Journal Kedokteran Indonesia, 6(2), 2–6.

Metta Yunali Puteri, M., et al. (2023). Hubungan asupan karbohidrat dan status gizi dengan kadar glukosa darah penderita diabetes melitus tipe II. Jurnal Ilmu Gizi.

PERKENI. (2021). Pedoman pengelolaan dan pencegahan diabetes melitus tipe 2 di Indonesia. Jakarta: Perkumpulan Endokrinologi Indonesia.

Pertiwi, D. (2022). Metabolisme glukosa dan homeostasis energi tubuh. Jurnal Biomedik, 15(1), 40–48.

Petrus, P., Suwarni, S., & Haerani, W. O. (2023). Hubungan asupan karbohidrat dan aktivitas fisik dengan kadar glukosa darah puasa penderita diabetes melitus tipe 2. Health Information: Jurnal Penelitian, 15(3).

Pramesti, P. T. D., Susanto, A. D., & Adisanjaya, N. N. (2023). Pemetaan kasus diabetes mellitus menggunakan sistem informasi geografis (SIG) di Kota Denpasar Provinsi Bali tahun 2021. Jurnal Kesehatan, Sains, dan Teknologi (JAKASAKTI), 2(1), 149–156.

Riset Kesehatan Dasar. (2018). Laporan nasional Riskesdas 2018. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI.

Sahriana, S. (2020). Gambaran diabetes mellitus dan pengelolaannya. Jurnal Keperawatan Modern.

Salsabila, N. (2023). Faktor-faktor yang memengaruhi kadar glukosa darah pada pasien diabetes mellitus. Jurnal Analis Kesehatan.

Sari, N., Putri, D., & Lestari, R. (2021). Hubungan kepatuhan pola makan 3J dengan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus tipe 2. Jurnal Ilmu Gizi, 8(2), 78–85.

Simatupang, R. (2020). Kadar glukosa darah dan faktor yang memengaruhinya. Jurnal Kesehatan Holistik, 9(2), 67–74.

Syahrizal, & Puspita, D. (2020). Glukosa sebagai sumber energi utama tubuh. Jurnal Biologi dan Kesehatan.

Ulpah, S., Hariati, N. W., & Poltekkes Kemenkes Banjarmasin. (2023). Hubungan pola konsumsi dan aktivitas fisik terhadap pengendalian kadar gula darah pada penderita diabetes melitus tipe 2. Jurnal Riset Pangan dan Gizi (JR-Panzi), 5(1).

Widiasari, N., Wijaya, I., & Suputra, P. (2021). Penatalaksanaan farmakologi diabetes mellitus tipe 2. Jurnal Farmasi Indonesia, 13(2), 102–110.

Yasa, I., dkk. (2022). Pemeriksaan penunjang diabetes mellitus pada pasien rawat jalan. Jurnal Teknologi Laboratorium Medis, 6(1), 66–74.

Downloads

Published

2026-07-16

How to Cite

Putri, N. M. P. W., Sugiani, P. P. S., & Padmiari, I. A. E. (2026). Hubungan Pola Konsumsi Karbohidrat dan Status Gizi dengan Kadar Gula Darah pada Penderita Diabetes Militus Tipe 2 di Puskesmas 1 Denpasar Selatan. Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa, 3(2), 376–385. https://doi.org/10.59837/jpnmb.v3i2.942

Issue

Section

Articles