Fikih Lingkungan (Fiqh Al-Bi’ah): Rekonstruksi Metodologis Hukum Islam dalam Menjawab Krisis Iklim Kontemporer
DOI:
https://doi.org/10.59837/jpnmb.v3i2.945Keywords:
Fikih Ekologi, Krisis Iklim, Maqasid Al-Shariah, Kesalehan Ekologis, Perspektif IslamAbstract
Krisis iklim global dan degradasi lingkungan yang terjadi saat ini sebagian besar dipicu oleh antroposentrisme, di mana manusia mengeksploitasi alam tanpa memikirkan keberlanjutannya. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan merekonstruksi konsep Fikih Ekologi (Fiqh al-Bi’ah) sebagai respons teologis dan hukum Islam terhadap krisis iklim kontemporer. Menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka normatif-filosofis, penelitian ini menganalisis ayat-ayat Al-Qur'an, Hadis, serta konsep Maqasid al-Shariah yang relevan dengan pelestarian alam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Islam meletakkan fondasi etika lingkungan yang kuat melalui prinsip Tauhid (keesaan Allah), Mizan (keseimbangan alam), Khilafah (manusia sebagai penjaga bumi), dan larangan keras terhadap Fasad (perusakan alam). Lebih lanjut, penelitian ini menawarkan perluasan indikator Maqasid al-Shariah klasik melalui integrasi aspek Hifdh al-‘Alam (menjaga lingkungan) sebagai pilar krusial untuk melestarikan jiwa, akal, dan harta manusia. Implikasi dari penelitian ini menyentuh dua aspek utama: secara teoritis, penelitian ini memperkaya khazanah hukum Islam kontemporer dengan mendobrak batas formalisme fikih klasik menuju fikih yang responsif terhadap isu global. Secara praktis, rekonstruksi ini memberikan legitimasi teologis yang kuat bagi perumusan kebijakan publik berbasis hijau (green policy) di negara-negara mayoritas Muslim, sekaligus menjadi panduan moral bagi institusi keagamaan untuk menggerakkan dakwah berbasis lingkungan. Kesimpulannya, Fikih Ekologi bukan sekadar seperangkat hukum ritual, melainkan instrumen transformatif yang mampu mengubah pola pikir umat Muslim menuju kesalehan ekologis yang nyata guna memitigasi krisis iklim global.
References
Abdillah, M. (2001). Fikih lingkungan: Panduan menjaga kelestarian alam dalam perspektif Islam. Upaya Buku.
Ainunisah, U., Aziza, A. D., Fitriani, R. D., Priatna, A., Hantari, M., Ardyansyah, D., & Nurhabibah, D. (2026). Fikih lingkungan: Menjaga alam sebagai amanah Allah. Jurnal Ilmiah Nusantara (JINU), 3(4), 76–85. https://doi.org/10.61722/jinu.v3i4.10092
Al Banna, H., & Rosyidah, U. (2025). The Construction of Ecological Fiqh from the Perspective of Yusuf al-Qardhawi. Ma’mal: Jurnal Laboratorium Syariah Dan Hukum, 7(2), 214–233. https://doi.org/10.15642/mal.v7i2.468
Fanani, A., & Budiman, M. (2024). Principle of Islamic Law and Moral Dilemmas of Religious Organisation’s Involvement in Mining. Indonesian Journal of Islamic Economic Law, 1(2), 123–135. https://doi.org/10.23917/ijoel.v1i2.5459
Haq, I., Sudirman, L., & Amiruddin, M. M. (2025). Eco-Theological Insights on The Sasi Tradition: Analyzing Environmental Ethics and Sanctions Through Fiqh al-Bi’ah and Islamic Criminal Law. Al-Istinbath: Jurnal Hukum Islam, 10(1), 58–80. https://doi.org/10.29240/jhi.v10i1.9412
Harianto, M. I. L., Magfirah, R., & Fitriani. (2026). Krisis lingkungan akibat tambang ilegal di Kalimantan Selatan: Analisis kebijakan publik perspektif fiqh al-bi’ah. Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory, 4(1), 791–808. https://doi.org/10.62976/ijijel.v4i1.1686
Hidayah, N. (2024). Environmental jurisprudence (fiqh al-bi'ah) and the urgency of natural resource conservation from an Islamic legal perspective. Samarinda International Journal of Islamic Studies (SIJIS), 2(2), 110–125. https://doi.org/10.64093/sijis.v2i2.610
Mangunjaya, F. M. (2019). Konservasi Alam dalam Islam edisi revisi. Yayasan Pustaka Obor Indonesia. https://books.google.com/books?hl=en&lr=&id=N9GnDwAAQBAJ&oi=fnd&pg=PR4&dq=lingkungan+fikih&ots=cJqLUYFChq&sig=_KzAbX0aX3cxSNH0T8PuLUonUA0
Muzakki, H., Moh. Arif, & Mamah, M. (2025). Integration of Islamic Education Values and Fiqh al-Bi’ah in Cultivating Environmentally Responsible Character. Cendekia: Jurnal Kependidikan Dan Kemasyarakatan, 23(1), 55–70. https://doi.org/10.21154/cendekia.v23i1.10272
Reay, D., Sabine, C., Smith, P., & Hymus, G. (2007). Climate change 2007: Spring-time for sinks. In Nature (Vol. 446, Number 7137, pp. 727–728). https://doi.org/10.1038/446727a
van Ess, J., & Nasr, S. H. (1969). The Encounter of Man and Nature. The Spiritual Crisis of Modern Man. In Die Welt des Islams (Vol. 12, Number 4). Kazi Publications. https://doi.org/10.2307/1569702
afie, A. (2006). Merintis fiqh lingkungan hidup. Yayasan Amanah & Ufuk Press.
Yulianto, Y., Syarifah, U., Fahruddin, M., Ningsih, A. A., & Arifin, F. (2026). Religious authority and environmental crisis: Ecological fatwas of Sahal Mahfudh and Ali Yafie in Indonesia. el Harakah: Jurnal Budaya Islam, 28(1). https://doi.org/10.18860/eh.v28i1.41274
Al-Qaradawi, Y. (2001). Ri'āyat al-bi'ah fī sharī'at al-Islām. Dar al-Shuruq.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Mira Yulianti, Firdaus ST Mamad, Urwatul Wusqo

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.






