Representasi Etika Profesional dalam Laporan Keuangan: Analisis Naratif dan Wacana dalam Praktik Akuntansi di Sektor Publik
DOI:
https://doi.org/10.59837/jan.v3i1.515Keywords:
etika professional, laporan keuangan public, strategi wacana, Akuntabilitas , analisis naratifAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi representasi etika profesional dan strategi wacana yang digunakan dalam narasi laporan keuangan sektor publik, khususnya dalam Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) dan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Kota Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis wacana kritis. Sampel data berupa dokumen LKjIP dan LKPD tahun 2021–2022 dipilih secara purposive, dengan mempertimbangkan relevansi isi dan aksesibilitas publik. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi dan studi literatur. Variabel penelitian meliputi representasi etika profesional, struktur narasi, dan diksi yang digunakan dalam laporan. Teknik analisis data dilakukan melalui tahapan kategorisasi elemen linguistik, identifikasi pola representasi aktor dan tanggung jawab, serta interpretasi berdasarkan kerangka teori wacana dan etika profesional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa narasi laporan cenderung menonjolkan keberhasilan melalui penggunaan diksi positif, sementara kegagalan disampaikan secara pasif dan impersonal, yang berpotensi menyamarkan tanggung jawab institusional. Strategi penghindaran tanggung jawab umumnya disampaikan melalui rujukan terhadap faktor eksternal seperti kendala anggaran atau regulasi pusat. Temuan ini mengindikasikan adanya ketidaksesuaian antara prinsip etika profesional dan praktik naratif yang dijalankan. Oleh karena itu, diperlukan pedoman naratif yang tidak hanya memenuhi standar administratif, tetapi juga menjamin integritas dan akuntabilitas dalam komunikasi publik. Penelitian ini merekomendasikan pelatihan etika dan komunikasi naratif bagi penyusun laporan keuangan sektor publik serta membuka peluang studi lanjutan berbasis korpus digital atau lintas wilayah
References
Agustina, L., & Puspita, R. (2019). Akuntabilitas dan transparansi dalam pelaporan keuangan sektor publik. Jurnal Akuntansi dan Keuangan Indonesia, 16(1), 44–59. https://doi.org/10.21002/jaki.v16i1.1039
Beattie, V. (2014). Accounting narratives and the narrative turn in accounting research: Issues, theory, methodology, methods and a research framework. The British Accounting Review, 46(2), 111–134. https://doi.org/10.1016/j.bar.2014.05.001
Beattie, V., McInnes, B., & Fearnley, S. (2013). Narrative reporting by UK listed companies: A longitudinal perspective. Accounting and Business Research, 43(3), 243–279. https://doi.org/10.1080/00014788.2012.711131
Bowen, G. A. (2009). Document analysis as a qualitative research method. Qualitative Research Journal, 9(2), 27–40. https://doi.org/10.3316/QRJ0902027
Burke, J. J., Clark, C. E., & Koopman, M. (2016). A linguistic analysis of MD&A narratives: Detecting financial misreporting. Journal of Business Ethics, 139(3), 535–548. https://doi.org/10.1007/s10551-015-2672-0
Demir, V. (2015). Impression management in annual reports: A case study from Turkey. Critical Perspectives on Accounting, 33, 34–58.
Fairclough, N. (2013). Critical discourse analysis: The critical study of language (2nd ed.). Routledge.
IFAC (International Federation of Accountants). (2018). Handbook of the International Code of Ethics for Professional Accountants. https://www.ifac.org
IFAC. (2020). Enhancing corporate reporting: The way forward. https://www.ifac.org
Kementerian PANRB. (2020). Pedoman penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP). https://www.menpan.go.id
Perdana, S., Umamy, E., Efendiy, K., Kristiawan, I., & Siwi Suwigyo, H. L. (2025). Penguatan profesionalitas KJA di Kota Malang melalui pelatihan keterampilan komunikasi dan pemahaman etika. ABIDUMASY Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 6(01), 37–44. https://doi.org/10.33752/abidumasy.v6i01.8804
Rahmayanti, N., & Mulyani, S. (2021). Analisis wacana kritis pada laporan tahunan: Studi kasus pada BUMD. Jurnal Akuntansi Multiparadigma, 12(2), 351–370. https://doi.org/10.18202/jamal.2021.08.12035
Riessman, C. K. (2008). Narrative methods for the human sciences. Sage Publications.
Rutherford, B. A. (2016). A new paradigm for narrative accounting disclosure: Building a framework for empirical research. Accounting Forum, 40(3), 190–205. https://doi.org/10.1016/j.accfor.2016.04.003
Saputra, A. R., & Herawati, N. (2020). Analisis wacana dalam Laporan Keuangan Pemerintah Daerah: Studi kasus Provinsi Jawa Barat. Jurnal Akuntansi Publik, 11(1), 45–57.
Van Dijk, T. A. (2015). Discourse and knowledge: A sociocognitive approach. Cambridge University Press.
Yulianingsih, R., & Purwanto, B. (2021). Etika akuntansi dan transparansi Laporan Keuangan Pemerintah Daerah. Jurnal Ekonomi dan Kebijakan Publik, 12(1), 23–35.
Yusuf, A., & Hermawan, A. (2021). Peran etika dalam pelaporan keuangan sektor publik: Tinjauan normatif. Jurnal Akuntansi dan Kebijakan Publik, 12(2), 110–123. https://doi.org/10.24843/JAKP.2021.v12.i02.p3
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Sukma Perdana, Etty Umamy

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.












